Kerja Sama Lintas Lembaga, Tim Cegah Densus 88 Sosialisasikan Ancaman IRET di SMP 1 Gorontalo Utara

Tim Cegah Satgas Wilayah Gorontalo Densus 88 Anti Teror bersama Subdit IV Kamneg Dit Intelkam Polda Gorontalo, PERMAHI, Pihak Sekolah, dan para siswa SMP Negeri 1 Gorontalo Utara usai pelaksanaan sosialisasi ancaman IRET, Kamis (11/12/2025). (Foto: Dok. Pribadi/YI).

KABARREPUBLIK.ID, GORUT — Tim Cegah Satgas Wilayah Gorontalo Densus 88 Anti Teror menyelenggarakan sosialisasi mengenai ancaman Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di SMP Negeri 1 Gorontalo Utara, Kamis (11/12/2025).

Kegiatan ini berlangsung melalui kerja sama lintas lembaga yang terdiri dari Tim Cegah Satuan Tugas Wilayah Gorontalo Densus 88 Anti Teror, Subdit IV Kamneg Dit Intelkam Polda Gorontalo, dan organisasi PERMAHI.

Dalam kegiatan tersebut, Tim Cegah Densus 88 menjelaskan kepada para siswa mengenai bagaimana kelompok intoleran dan ekstrem kerap menyasar remaja melalui ruang digital maupun pergaulan sehari-hari.

Baca Juga :  SMK Limboto Luncurkan Aplikasi PKL, Sekda Provinsi Gorontalo Apresiasi Inovasi Siswa

Koordinator Tim Cegah Satgas Wilayah Gorontalo juga menyampaikan bahwa kolaborasi antarinstansi menjadi langkah penting untuk memperkuat pencegahan.

“Kami berupaya meningkatkan pemahaman siswa agar mereka mampu mengenali pola penyebaran paham ekstrem. Edukasi dini adalah salah satu bentuk pencegahan terbaik”, ujarnya.

Selain itu, Perwakilan Subdit IV Kamneg Dit Intelkam Polda Gorontalo turut memberikan pemahaman mengenai peran kepolisian dalam menjaga keamanan nasional serta pentingnya laporan masyarakat ketika menemukan potensi ancaman.

Baca Juga :  PLTU Jawa 9 dan 10 Hidupkan Ekonomi Warga Sekitar Cilegon

“Kami ingin para pelajar memahami bahwa aksi terorisme tidak hanya berbahaya, tetapi juga memiliki konsekuensi hukum yang tegas. Kesadaran ini harus ditanamkan sejak dini”, jelasnya.

Sementara itu, organisasi PERMAHI menambah sudut pandang hukum dan literasi digital dalam penanganan IRET.

“Anak muda sering menjadi target karena minimnya pengetahuan hukum dan rentannya pengaruh media sosial. Kami hadir untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif”, tambah salah satu pengurus PERMAHI.

Menanggapi sosialisasi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara menyambut positif kegiatan ini dan menilai langkah edukasi lintas lembaga sangat efektif dalam memperkuat pemahaman siswa.

Baca Juga :  Densus 88 dan Polda Gorontalo Ajak Siswa SMA Bonepantai Perkuat Nasionalisme

“Sosialisasi ini sangat membantu siswa memahami bahaya IRET. Kami berharap kerja sama seperti ini terus berlanjut”, tegasnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang memungkinkan siswa mengajukan pertanyaan langsung kepada pemateri.

Melalui kolaborasi ini, Densus 88 bersama Polda Gorontalo dan PERMAHI berharap pendidikan mengenai ancaman IRET dapat semakin memperkuat ketahanan pelajar terhadap penyebaran ideologi berbahaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *