Gubernur Jauhi Perdebatan Kontraproduktif, Sepakat Dengan Bupati Bangun Gorontalo

Gubernur Gorontalo menyampaikan komitmen membangun daerah tanpa perdebatan kontraproduktif saat memberikan sambutan pada shalat tarawih berjamaah di Masjid Baiturrahman, Limboto, Sabtu (21/02/2026). [Foto: Redaksi/Gafur].

KABARREPUBLIK.ID, Kabupaten Gorontalo — Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail menegaskan komitmen membangun daerah tanpa terjebak perdebatan yang tidak produktif. Ia menyampaikan sikap tersebut saat sambutan pada shalat tarawih berjamaah di Masjid Baiturrahman, Limboto, Sabtu (21/02/2026).

Gubernur menyatakan dirinya memilih fokus pada kerja nyata bersama Bupati demi kepentingan masyarakat. Ia menolak perdebatan yang tidak memberi manfaat langsung bagi rakyat.

Baca Juga :  Idah Syahidah Kenalkan Karawo dan Karanji ke Peserta Seminar Internasional

“Saya tau mana debat yang bermanfaat dan tidak bermanfaat untuk rakyat, saya dan Pak Bupati sepakat bekerja untuk daerah. Saya datang membawa solusi bukan untuk bertengkar dan buang-buang waktu,” terangnya.

Sebagai bukti komitmen, Gubernur memaparkan langkah konkret yang telah ia lakukan. Ia menyebut peletakan batu pertama perluasan apron dan pembangunan taxiway Bandara Djalaluddin sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas daerah.

Baca Juga :  Mais Nurdin Dorong Pemuda Paguyaman Pantai Kuasai Dunia Digital

Ia mengatakan pemerintah pusat mengalokasikan anggaran Rp40 miliar untuk proyek tersebut.

“Kemarin saya sudah meletakkan batu pertama perluasan apron dan pembuatan taxiway Bandara Djalaludin, anggaran Rp. 40 Miliar dari Pemerintah Pusat berhasil diperjuangkan ke Gorontalo,” tambahnya.

Selain infrastruktur bandara, Gubernur juga mendorong peningkatan status embarkasi haji di Gorontalo. Ia menyampaikan bahwa tahun lalu dirinya telah menyatakan niat memperjuangkan Gorontalo menjadi embarkasi penuh agar jemaah haji dan umrah dapat berangkat langsung dari daerah.

Baca Juga :  Gubernur Gusnar Gelar Pasar Murah Khusus Pengemudi Bentor dan Ojol

“Alhamdulillah, meski keterbatasan anggaran, kita masih bisa meyakinkan pemerintah pusat untuk mengucurkan anggaran ke daerah. Semua menyaksikan, nantinya jumlah jemaah yang akan melaksanakan umroh akan meningkat dan pergerakan ekonomi juga akan bertumbuh dengan baik,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *