Daerah  

Bahas Ancaman Konten TCC, Disdikbud dan Densus 88 Perkuat Program Deradikalisasi Pelajar

Suasana silaturahmi dan koordinasi di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Kamis (4/6/2026). [Foto: Densus 88/YI].

KABARREPUBLIK.ID, Gorontalo – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Gorontalo bersama Tim Pencegahan Satgaswil Gorontalo Densus 88 Antiteror Polri memperkuat program deradikalisasi pelajar.

Langkah itu muncul setelah kedua belah pihak membahas isu ancaman penyebaran konten True Crime Community (TCC) di kalangan siswa dalam kegiatan silaturahmi dan koordinasi di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Kamis (4/6/2026).

Dalam pertemuan itu, Kepala Tim Pencegahan Satgaswil Gorontalo, IPTU Teguh Pribadi, SE. memaparkan perkembangan penyebaran konten TCC, konten tersebut menampilkan ketertarikan berlebihan terhadap kasus pembunuhan massal, pembunuh berantai, dan berbagai bentuk kekerasan ekstrem.

Baca Juga :  Pelantikan Yastroki Gorontalo, Idah Syahidah Tekankan Pentingnya Edukasi Stroke

Tim juga menyampaikan terkait penemuan grup WhatsApp bertema TCC yang beranggotakan banyak siswa dan pelajar. Karena itu, tim mendorong program deradikalisasi melalui sosialisasi bahaya IRET di lingkungan pendidikan sebagai upaya pencegahan sejak dini.

Selain itu, tim mendorong penguatan literasi digital bagi pelajar. Langkah tersebut bertujuan agar siswa mampu menyaring informasi dan memahami risiko konten yang memicu perilaku menyimpang maupun konflik sosial.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad, mengapresiasi langkah koordinasi yang dilakukan Tim Pencegahan Satgaswil Gorontalo.

Baca Juga :  Gorontalo Tegaskan Dukungan Program Prioritas Nasional dalam Rakornas 2026

“Kami mengucapkan terimakasih banyak kepada Tim Pencegahan Satgaswil Gorontalo yang telah silaturahmi dan berkoordinasi terkait upaya pencegahan paham IRET diusia dini,” ujar Sudarman Samad.

Sudarman menyatakan dukungan penuh terhadap program pencegahan yang menyasar peserta didik di Provinsi Gorontalo.

“Kami sangat mendukung kegiatan Tim Cegah Satgaswil Gorontalo untuk mencegah penyebaran paham radikal terhadap anak usia dini dan akan memfasilitasi giat pencegahan tersebut,” katanya.

Baca Juga :  Adhan Hentikan Turnamen Domino PORDI Gorontalo Dinilai 'Judi', Peserta Soroti Pernyataan Wali Kota

Sudarman juga memastikan Disdikbud Provinsi Gorontalo akan memperkuat kolaborasi dengan Densus 88 Antiteror Polri.

“Kami akan bersinergi dan berkolaborasi dengan Tim Cegah Satgaswil Gorontalo untuk mencegah berkembangnya paham Intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme,” tegasnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Siti Maria Igirisa Lahidjun, Kepala Bagian Kurikulum SMA, Salihun, serta Kepala Bagian Kurikulum SMK, Linda Gani.

**Cek berita dan artikel terbaru dengan ikuti WhatsApp Channel KABAR REPUBLIK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *