KABARREPUBLIK.ID, Bone Bolango – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bone Bolango mempertanyakan maksud dan tujuan dugaan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oknum penegak hukum di wilayah tambang rakyat Bone Bolango pada momentum bulan suci Ramadan.
KNPI Bone Bolango menerima informasi dari masyarakat terkait adanya oknum penegak hukum (APH), yang turun melakukan sidak di area tambang rakyat.
KNPI menegaskan informasi tersebut harus diklarifikasi secara resmi agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Ketua KNPI Bone Bolango, Opan Kidamu, menyampaikan sikap tegas organisasi jika dugaan tersebut terbukti benar.
“Kalau informasi itu benar terjadi dan dilakukan oleh oknum penegak hukum, maka kami KNPI mengutuk keras tindakan tersebut,” ujar Opan, Selasa (3/3/2026).
Opan kemudian mempertanyakan tujuan dari langkah tersebut, apalagi dilakukan pada bulan Ramadan ketika kebutuhan masyarakat meningkat.
“Maksud baik ‘saudara’ untuk siapa? Karena mengingat momen ini sebagai bulan suci Ramadan, dan masyarakat banyak membutuhkan biaya untuk kehidupan mereka. Bahkan mereka harus banting tulang mengeluarkan suar lela untuk bisa menghidupi keluarga mereka,” tegasnya.
KNPI menilai aktivitas tambang rakyat selama ini menjadi salah satu sumber penghidupan utama masyarakat setempat.
Oleh karena itu, KNPI meminta aparat penegak hukum bertindak profesional, proporsional, serta mempertimbangkan aspek sosial dan kemanusiaan dalam setiap tindakan di lapangan.
“Kami meminta aparat penegak hukum (APH) untuk bertindak profesional, proporsional, serta mempertimbangkan aspek sosial dan kemanusiaan dalam setiap tindakan di lapangan, terlebih tambang merupakan salah satu sumber pendapatan masyarakat dari masa kemasa,” pungkasnya.














