Wagub Tekankan Dampak Ekonomi Nyata, Minta Pameran Prioritaskan UMKM dan Produk Lokal

Idah Syahidah meninjau pameran UMKM yang dihadirkan pada Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Sulampua terkait Swasembada Pangan yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo, Senin (11/2/2026). [Foto: Fadli].

KABARREPUBLIK.ID, Kota Gorontalo — Wakil Gubernur Gorontalo mengingatkan panitia pameran agar melibatkan UMKM secara produktif. Wagub meminta panitia memastikan pelaku usaha memperoleh hasil nyata dari setiap kegiatan.

Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie menyampaikan komitmen tersebut saat meninjau langsung stan UMKM pada Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Sulampua yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Gorontalo, Senin (11/2/2026).

Baca Juga :  DASHAT Dorong Aksi Nyata, Gorontalo Percepat Penurunan Stunting

Wagub menilai kehadiran UMKM harus memberi manfaat langsung. Ia meminta panitia mengarahkan peserta dan tamu membeli produk lokal.

“Hari ini ada UMKM. Saya harap ketika mereka diundang, harus ada hasil nyata. Ajak para peserta dan tamu undangan untuk membeli produk mereka. Supaya mereka senang dan semakin semangat untuk terus berpartisipasi,” ujar Wagub saat diwawancarai.

Baca Juga :  Idah Syahidah Dorong Golkar Boalemo Tetapkan Target Politik Berbasis Rakyat

Selain itu, Wagub mendorong inovasi dalam setiap kegiatan resmi. Ia mencontohkan penggunaan produk pertanian lokal sebagai suvenir acara.

“Saya sudah memulai ini. Pernah kegiatan yang saya buat, sovenirnya berupa sayuran dan buah buahan. Ini langkah kita untuk menyemangati petani organik agar terus berproduksi dan mengembangkan pertanian yang sehat dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Baca Juga :  Sambut HUT ke-61, DPD I Golkar Gorontalo Gelar Pasar Murah dan Pengobatan Gratis

Wagub menegaskan pejabat harus memberi teladan dalam pola konsumsi. Ia meminta seluruh pihak menghindari belanja berlebihan.

“Sebagai pejabat negara dan pimpinan daerah, kita harus memberi contoh dengan tidak menimbun atau berbelanja secara berlebihan. Jika terjadi penimbunan, masyarakat tidak bisa menjadi bagian dan harga menjadi tinggi. Itu tentu merugikan daerah kita sendiri,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *