KABARREPUBLIK.ID, Gorontalo — Ada hal menarik dalam pelaksanaan Rapat Paripurna DPRD Provinsi Gorontalo ke-72. Rapat tersebut berlangsung dalam rangka pembentukan Panitia Khusus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (Pansus LKPJ) Gubernur Gorontalo Tahun 2025, Senin (9/3/2026).
Pimpinan DPRD membuka rapat dengan agenda pembacaan surat-surat masuk. Pimpinan rapat kemudian menugaskan Sekretaris DPRD untuk membacakan dokumen resmi yang diterima lembaga legislatif tersebut.
Sekretaris Dewan membacakan surat dari DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo sebagai surat pertama. Surat itu bernomor 006/DPD-GOLKAR/PROV-GTLO/III/2026 tertanggal 5 Februari 2026.
Surat tersebut memuat perubahan komposisi Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Gorontalo. Perubahan itu sekaligus menetapkan kepengurusan baru fraksi di parlemen daerah.
DPD Partai Golkar menunjuk Moh. Abd. Ghalieb I. Lahidjun sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Gorontalo, Meyke Kamaru sebagai Wakil Ketua, I Wayan Sudiarta sebagai Sekretaris, Yeyen Septiani Sidiki sebagai Bendahara, dan Idrus M. Thomas Mopili tetap menjabat sebagai penasehat fraksi.
Sementara itu, Paris R. A. Jusuf, Fikran Salilama, dan Sun Biki tercatat sebagai anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Gorontalo.
Ketua Fraksi Partai Golkar yang baru, Moh. Abd. Ghalieb I. Lahidjun, menjelaskan bahwa perubahan komposisi fraksi merupakan dinamika organisasi yang lazim dalam Partai Golkar.
“Perubahan komposisi fraksi itu adalah hal yang biasa bagi Partai Golkar, karena sebagai organisasi kader bagi Partai Golkar proses regenerasi kader adalah sebuah keniscayaan untuk merawat kesinambungan regenerasi partai di masa yang akan datang,” ujar Ghalieb.
Ia menambahkan bahwa Partai Golkar terus membuka ruang bagi kader muda untuk berkembang dalam proses politik dan organisasi.
“Alhamdulillah Partai Golkar sangat memberikan ruang yang besar bagi kader muda dalam berproses, ditambah lagi para senior Golkar juga sangat konsen ikut mensuport sekaligus melakukan penguatan dan pembimbingan yang baik dan maksimal bagi generasi penerusnya,” jelasnya.
Ghalieb menilai dukungan kader senior menjadi kekuatan penting bagi Partai Golkar dalam mempertahankan eksistensi politiknya.
“Ini semua adalah modal utama Partai Golkar dalam mempertahankan eksistensinya dalam kancah perpolitikan lokal maupun nasional, sehingga sampai dengan usia Golkar saat ini yang sudah 61 tahun masih mampu mempertahankan kekuatan politiknya di tengah persaingan politik yang cukup kompleks,” tambahnya.
Ghalieb yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo menegaskan bahwa perubahan struktur organisasi tidak akan mengubah semangat perjuangan partai.
“Di Golkar itu struktur dan komposisi boleh berubah-rubah, tapi semangat kebersamaan dan kolektivitas gerakan serta spirit perjuangan untuk memperjuangkan kepentingan rakyat akan tetap menjadi tujuan utama,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Ghalieb juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Partai Golkar Provinsi Gorontalo.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Ibu Idah Syahidah Rusli Habibie yang telah memberikan kepercayaan kepada saya dan anggota-anggota muda untuk memimpin Fraksi Partai Golkar,” ungkapnya.
Ia juga memberikan penghargaan kepada pimpinan fraksi sebelumnya yang telah membantu proses transisi kepemimpinan.
“Terima kasih juga kepada Pak Paris R. A. Jusuf selaku Ketua Fraksi Golkar sebelumnya yang sudah memfasilitasi proses transisi kepemimpinan di fraksi ini sehingga dapat berjalan dengan baik,” lanjut Ghalieb.
Ia menegaskan bahwa amanah tersebut menjadi tanggung jawab besar bagi dirinya dan seluruh anggota fraksi.
“Ini tentunya adalah tanggung jawab besar yang insyaAllah akan kami pertanggungjawabkan baik kepada partai dan terutama kepada rakyat Gorontalo,” pungkasnya.














