KABARREPUBLIK.ID, Gorontalo — Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo Densus 88 Antiteror Polri berkolaborasi dengan Subdit IV Dit Intelkam Polda Gorontalo menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan ini berlangsung di SMK N Model Gorontalo yang dihadiri kurang lebih 125 peserta terdiri dari guru dan siswa.
Dalam kegiatan tersebut, tim gabungan menyampaikan materi tentang penguatan nilai kebangsaan. Para perwakilan yang menjadi pemateri menekankan ancaman paham IRET terhadap generasi muda saat ini.
Dari Tim Pencegahan Satgaswil Gorontalo Densus 88 Antiteror Polri menjelaskan tujuan kegiatan tersebut. Ia menegaskan pentingnya edukasi kebangsaan bagi pelajar .
Ia juga menguraikan peran siswa dalam menjaga persatuan di lingkungan sekolah.
“Kami mengajak siswa memahami nilai kebangsaan dan menolak paham IRET sejak dini. Kami juga mendorong siswa berani menyaring informasi serta tidak mudah terpengaruh ajaran yang menyimpang dari nilai persatuan,” ujarnya.
Selanjutnya, pemateri dari Subdit IV Dit Intelkam Polda Gorontalo memaparkan dampak paham IRET kepada para peserta yang hadir.
Ia menjelaskan potensi gangguan terhadap stabilitas sosial. Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penyebaran paham tersebut di lingkungan pelajar.
“Paham ini berpotensi memecah belah masyarakat jika tidak diantisipasi. Kami mengimbau siswa untuk meningkatkan kesadaran, menjaga persatuan, dan melaporkan jika menemukan indikasi penyebaran paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan,” katanya.
Setelah kegiatan berlangsung, pihak sekolah menyampaikan dukungannya atas kegiatan ini secara penuh. Para guru menilai sosialisasi ini relevan dengan kebutuhan siswa saat ini.
Pihak sekolah berharap kegiatan ini mampu membentuk karakter pelajar yang kuat. Selain itu, sekolah mendorong siswa menerapkan nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.












