Kabut Asap Meluas, Muhammadiyah Kerahkan Layanan Oksigen di Palangka Raya

Rumah Oksigen Muhammadiyah. [Foto: Istimewa].

KABAR REPUBLIK | Palangka Raya — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan terus mengancam kesehatan masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan. Merespons kondisi tersebut, Muhammadiyah Kalimantan Tengah mengerahkan layanan oksigen bagi warga terdampak di Palangka Raya.

One Muhammadiyah One Response (OMOR) menjalankan respons darurat melalui program Indonesia Siaga. Program ini melibatkan Pos Komando dan Koordinasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah, Lazismu, serta unsur Persyarikatan lainnya.

Ketua Lazismu Kalimantan Tengah, Muhammad Fitriani, mengatakan Pos Komando dan Koordinasi terus mendata kebutuhan masyarakat. Tim juga memastikan layanan kemanusiaan berjalan di tengah dampak karhutla.

Muhammadiyah menyediakan Rumah Oksigen dan mobil oksigen bagi warga terdampak. Tim juga membuka layanan kesehatan lapangan dan membagikan masker. Selain itu, relawan menyediakan nutrisi serta edukasi bagi masyarakat.

Relawan Muhammadiyah turut mendukung upaya pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik.

“Rumah Oksigen di Kalimantan Tengah beroperasi mulai pukul 08.00–16.00 WIB. Lokasinya berada di Kompleks Perguruan Muhammadiyah, Jalan RTA Milono KM 1,5, Palangka Raya,” ujar Fitriani, Selasa (1/9/2026).

Layanan Rumah Oksigen Muhammadiyah telah membantu warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap. Hingga 30 Agustus 2026, Rumah Singgah Oksigen Muhammadiyah melayani tujuh warga.

Sementara itu, hingga 31 Agustus 2026, jumlah penerima manfaat Rumah Oksigen Muhammadiyah mencapai 53 orang.

Muhammadiyah juga mengerahkan relawan dari unsur pimpinan Aisyiyah dan organisasi otonom. Sebanyak 10 relawan bertugas dalam pemadaman dan pendinginan.

Sebanyak 60 relawan memberikan layanan medis. Kemudian, 30 relawan menangani logistik dan 15 relawan memperkuat Pos Komando dan Koordinasi.

Selain layanan kesehatan, Lazismu Kalimantan Tengah terus menggalang dana kemanusiaan. Dana tersebut mendukung kebutuhan warga terdampak dan relawan di lapangan.

Sejumlah kebutuhan mendesak masih diperlukan dalam respons karhutla. Kebutuhan itu meliputi tabung oksigen, masker N95, obat-obatan, dan vitamin.

Relawan juga membutuhkan alat pelindung diri, nutrisi, serta peralatan pemadam kebakaran.

Ketua Lembaga Resiliensi Bencana (LRB)/Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kalimantan Tengah, Heru Setiawan, mengatakan Pos Komando dan Koordinasi memperkuat respons Muhammadiyah terhadap karhutla.

Menurut Heru, seluruh unsur Persyarikatan terus membangun koordinasi dalam menghadapi dampak bencana.

“Kami berupaya menghadirkan layanan yang dapat langsung dirasakan masyarakat maupun para relawan yang berada di lapangan,” ujarnya.

Respons Muhammadiyah berlangsung di tengah meningkatnya ancaman kabut asap di Kalimantan. Kebakaran hutan dan lahan telah menghanguskan 74.640,61 hektare lahan.

Kondisi tersebut memicu paparan asap di berbagai wilayah. Ancaman gangguan kesehatan masyarakat pun terus meningkat.

Kementerian Kesehatan melaporkan kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan berada pada kategori tidak sehat. Data itu tercatat per 27 Agustus 2026.

Kondisi tersebut berdampak terhadap lebih dari lima juta warga. Sejumlah wilayah bahkan mencatat kualitas udara pada kategori berbahaya berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara.

Muhammadiyah Kalimantan Tengah terus memperkuat layanan kemanusiaan di tengah kondisi tersebut. Layanan oksigen menjadi salah satu upaya untuk membantu warga menghadapi dampak kabut asap yang terus meluas.

**Cek berita dan artikel terbaru dengan ikuti WhatsApp Channel KABAR REPUBLIK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *