Buka Puasa di Lapas Gorontalo, Idah Syahidah Ingatkan Warga Binaan Tidak Mengulangi Pelanggaran Hukum

Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Rusli Habibie menghadiri kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama dalam rangka kunjungan daerah pemilihan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Gorontalo, Minggu (15/3/2026). [Foto: Sucipto].

KABARREPUBLIK.ID, Gorontalo – Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Rusli Habibie melaksanakan Kunjungan Daerah Pemilihan yang dirangkaikan dengan silaturahmi dan buka puasa bersama di Lapas Kelas II A Gorontalo, Minggu (15/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Rusli Habibie hadir bersama Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, juga turut di dampingi Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Gorontalo Moh. Abdul Ghalieb I. Lahidjun, Ketua DPD Partai Golkar Kota Gorontalo Meyke Camaru, serta anggota Fraksi DPRD Kota Gorontalo Susanto Liputo dan Toto Bahtiar.

Baca Juga :  Sudah Sesuai Inpres, TAPD Luruskan Tuntutan Masa Aksi Soal Rehabilitasi Toilet Kantor Gubernur

Dalam kesempatan itu, Idah Syahidah mengingatkan para warga binaan agar tidak kembali melakukan pelanggaran hukum setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Ia menegaskan, masih banyak mantan warga binaan yang kembali menjalani hukuman setelah bebas dari lapas. Kondisi tersebut, menurutnya, berdampak besar pada keluarga yang mereka tinggalkan.

Baca Juga :  Pemprov Gorontalo Pastikan Kesiapan Lokasi Hilirisasi Ayam Terintegrasi Nasional

“Saya minta setelah keluar dari sini jangan lagi keluar masuk lapas. Kasihan keluarga. Banyak yang saya tahu sudah pernah keluar dari sini, tetapi kemudian kembali lagi,” ujarnya.

Idah juga menyoroti tingginya jumlah warga binaan dalam kasus perlindungan anak di lapas tersebut.

Menurutnya, sekitar 35 persen penghuni lapas terjerat kasus tersebut. Ia berharap para warga binaan benar-benar menyesali perbuatannya dan tidak mengulanginya.

Baca Juga :  DPRD dan Kejari Kawal Transparansi Program Makan Bergizi Gratis di Kota Gorontalo

“Di lapas ini penghuni terbanyak adalah napi perlindungan anak, sekitar 35 persen. Saya berharap mereka benar-benar bisa bertobat,” katanya.

Ia menilai kegiatan silaturahmi di bulan suci Ramadan menjadi momentum penting untuk melakukan introspeksi diri.

“Semoga silaturahmi di bulan puasa ini menjadi momentum bagi kita semua untuk introspeksi diri, baik saya, bapak-bapak, maupun kita semua yang ada di sini,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *