Densus 88 Antiteror dan Subdit IV Kamneg Dit Intelkam Polda Gorontalo Perkuat Pencegahan IRET

Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahida Rusli Habibie, menerima audiensi Tim Cegah Satgaswil Densus 88 Antiteror Polri dan Subdit IV Kamneg Dit Intelkam Polda Gorontalo di ruang kerjanya, Senin (2/3/2026). [Foto: Tim Cegah/YI].

KABARREPUBLIK.ID, Gorontalo – Detasemen Khusus 88 Antiteror bersama Subdit IV Kamneg Dit Intelkam Polda Gorontalo memperkuat pencegahan paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) di kalangan pelajar melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Sebagai tindak lanjut, Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahida Rusli Habibie, menerima langsung Tim Cegah Densus 88 dan Subdit IV Kamneg Dit Intelkam Polda Gorontalo di ruang kerjanya pada Senin (2/3/2026).

Dalam audiensi itu, Tim Cegah Satgaswil Gorontalo memaparkan strategi deteksi dini terhadap konten Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Teroris (IRET) di ruang digital. Tim menjelaskan pola pemantauan media sosial serta mekanisme pengendalian materi berbahaya bagi anak.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Paham IRET, Densus 88 Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di SMA Muhammadiyah Batudaa

Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahida Rusli Habibie, menerima penyerahan buku Kaleidoskop dari Perwakilan Tim Cegah Densus 88 dan Subdit IV Kamneg Dit Intelkam Polda Gorontalo. [Foto: Tim Cegah/YI].
Selain itu, tim mengidentifikasi pelajar sebagai kelompok rentan infiltrasi paham menyimpang melalui media sosial dan komunitas tertutup. Tim juga memetakan penyebaran konten True Crime Community (TCC) di grup WhatsApp yang melibatkan pelajar.

Berdasarkan temuan tersebut, Densus 88 mendorong program deradikalisasi melalui sosialisasi langsung di sekolah dan pesantren. Tim meminta dukungan dari pemerintah daerah agar program berjalan terarah dan berkelanjutan.

Menanggapi paparan itu, Wakil Gubernur Gorontalo menyampaikan apresiasi atas langkah preventif yang dilakukan tim.

Baca Juga :  Berkat Kebijakan Gusnar - Idah, Guru Non Database Akhirnya Kembali Tersenyum

“Saya atas nama pribadi dan pemerintah Provinsi Gorontalo, mengucapkan terimakasih banyak kepada Tim Pencegahan Satgaswil Gorontalo yang telah silaturahmi dan menyampaikan bahayanya faham intoleran dan radikal di kami,” ujar Idah Syahida Rusli Habibie.

Ia menegaskan dukungan pemerintah daerah melalui pembentukan Satgas Pencegahan Radikalisme tingkat provinsi.

“Dalam bentuk dukungan terhadap pencegahan, kami akan membentuk Satgas Pencegahan Radikalisme dimana dalam bentuk Satgas tersebut akan dilibatkan beberapa stakeholder terkait serta jadwal kegiatan sehingga kegiatan Pencegahan Intoleran, Radikalisme, dan Terorisme (IRET) akan berjalan dengan baik,” tegasnya.

Baca Juga :  Perkuat Pelestarian Seni dan Budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Gorontalo Gelar Program GSMS

Ia juga memastikan sinergi berkelanjutan dengan Densus 88 dan Satgaswil Gorontalo.

“Kami akan bersinergi dengan Tim Cegah Satgaswil Gorontalo untuk mencegah berkembangnya paham Intoleransi, radikalisme, ekstremisme dan terorisme,” tambahnya.

Audiensi tersebut turut dihadiri Imran Ali Bali selaku Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, serta Ramlah Habibie selaku Staf Khusus Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *