KABARREPUBLIK.ID, KABGOR — Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri melaksanakan kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan di SMA Muhammadiyah Batudaa, Kabupaten Gorontalo, Kamis (15/1/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk mencegah masuk dan berkembangnya paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) di lingkungan pendidikan.
Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti sekitar 500 peserta yang terdiri dari guru serta siswa kelas X, XI, dan XII. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada penguatan nilai-nilai Pancasila, toleransi antarumat beragama, serta peningkatan kewaspadaan pelajar terhadap pengaruh ideologi yang bertentangan dengan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Perwakilan Densus 88 Anti Teror Polri dalam pemaparannya menjelaskan bahwa sekolah memiliki peran strategis sebagai ruang pembentukan karakter generasi muda. Oleh karena itu, penguatan wawasan kebangsaan perlu dilakukan secara berkelanjutan sejak dini.
“Generasi muda merupakan kelompok yang cukup rentan menjadi sasaran penyebaran paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Melalui penguatan wawasan kebangsaan, diharapkan para pelajar memiliki daya tangkal dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi ekstrem yang berkembang, terutama di era digital”, ujar narasumber dari Densus 88.
Ia menambahkan, sinergi antara aparat, pihak sekolah, dan tenaga pendidik menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, serta berlandaskan nilai kebhinekaan.
Sementara itu, Kepala SMA Muhammadiyah Batudaa menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi ini memberikan pemahaman yang lebih komprehensif bagi siswa dan tenaga pendidik terkait potensi ancaman paham IRET yang dapat menyasar kalangan pelajar.
“Kami menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran Densus 88 yang telah memberikan edukasi langsung kepada warga sekolah. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam memperkuat karakter siswa agar tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan serta tidak terpengaruh oleh paham-paham yang menyimpang”, ungkapnya.
Melalui kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan ini, diharapkan ketahanan ideologi generasi muda semakin kuat, sekaligus mempertegas peran lembaga pendidikan sebagai garda terdepan dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.














