Walikota Adhan Dambea Jangan Diam, Nyawa Hilang Karena Kelalaian Kepala Puskesmas Sipatana

Kepala Puskesmas Sipatana dan Walikota Gorontalo. (Foto Kolase: Rita Bambang (Facebook), dan Adhan Dambea (Istimewa).

KABARREPUBLIK.ID — Nyawa manusia hilang karena kelalaian Puskesmas Sipatana. Memalukan dan sungguh ironi, nyawa Havid S. Duto melayang diduga karena lambatnya penanganan dari tenaga kesehatan Puskesmas Sipatana.

Rilis berita gopost menyebut bahwa Havid meninggal saat dilarikan ke RS. Aloei Saboe dengan menggunakan mobil taksi pada hari Senin, (17/11/2025).

Pria 41 tahun itu awalnya akan dilarikan ke RS menggunakan ambulance. Namun, ambulance yang merupakan mobil gawat darurat, bisa menembus kemacetan dan mengantar pasien secepat kilat, tak kunjung datang.

Baca Juga :  Dikbud Provinsi Gorontalo dan RRI Gelar Audisi Bintang Radio dan Seni Budaya 2025

Havid, akhirnya hanya bisa dilarikan menggunakan mobil taksi berbayar. Mobil yang digunakan pun harus menembus kemacetan dengan klakson seadanya.

Risnawati Duto, sepupu korban yang diwawancarai TribunGorontalo di rumah duka siang tadi menyesalkan mobil ambulance yang tak bisa diharapkan.

Sebab, sopir ambulance justru lebih mementingkan pertandingan olahraga Voli daripada membawa pasien ke rumah sakit.

Baca Juga :  Walikota Adhan Dambea Makan Snack Kesukaan Anak Kecil Jadi Catatan Buruk Peran Saka Nasional Tahun 2025

Memang, Havid tak masuk UGD Puskesmas Sipatana, Kota Gorontalo. Sebab, keluarga ingin RS yang langsung menanganinya.

Mereka pun hanya berharap diberikan fasilitas ambulance untuk bisa membawa Havid tiba di RS tepat waktu.

Namun, detik-detik kritis Havid itu, sopir mobil ambulance RS Sipatana justru disebut tak ada di tempat dan malah disebut tak bisa mengantar pasien.

Sebabnya, sang sopir yang disebut berjumlah dua orang itu akan mengikuti pertandingan bola voli. Saat dikonfirmasi, Kepala Puskemas Sipatana, Rita Bambang membenarkan kejadian itu.

Baca Juga :  Video Ucapan Kontroversial Aleg PDI-P Gorontalo Viral, Desakan Sanksi dan PAW Menguat

Walikota Adhan Dambea diminta jangan diam menyikapi persoalan ini sebelum ada gejolak besar datang menggerus citra Pemerintah Kota yang sedang gencar menyatakan keberpihakannya untuk rakyat.

Jika tidak ada tindakan dari Walikota Adhan Dambea terhadap Kepala Puskesmas Sipatana, jangan sampai publik menduga Walikota Adhan Dambea terkesan membela perbuatan Kepala Puskesmas Sipatana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *