Tim Cegah Densus 88 Antiteror Polri Gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di SMPN 13 Kota Gorontalo

Unit Pencegahan Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Gorontalo Densus 88 Antiteror Polri melaksanakan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di SMP Negeri 13 Gorontalo, Selasa (27/1/2025). [Foto: Redaksi/RT].

KABARREPUBLIK.ID, GORONTALO — Unit Pencegahan Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Gorontalo Densus 88 Antiteror Polri melaksanakan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di SMP Negeri 13 Gorontalo, Selasa (27/1/2025).

Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari guru dan siswa. Sosialisasi difokuskan pada upaya pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) di lingkungan sekolah.

Tim Pencegahan menilai dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam membentengi generasi muda dari pengaruh ideologi menyimpang.

Baca Juga :  Bersama Subdit IV Polda Gorontalo, Densus 88 Antiteror Polri Sosialisasikan Bahaya Paham IRET di SMP Negeri 1 Kwandang

“Sekolah merupakan ruang strategis untuk memperkuat ketahanan ideologi generasi muda dari pengaruh paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme”, ujar salah satu pemateri dari Tim Pencegahan Densus 88 Gorontalo.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai bahaya paham IRET yang dapat merusak persatuan bangsa.

Selain itu, siswa diajak mengenali pola penyebaran ideologi ekstrem yang kerap menyasar kalangan pelajar melalui media digital dan lingkungan pergaulan.

“Kami mengajak para siswa untuk lebih waspada terhadap konten-konten yang mengarah pada paham ekstrem, terutama yang beredar di media sosial”, kata pemateri.

Baca Juga :  Idah Syahidah Dorong UMKM dan Difabel Tumbuh Bersama di Peran Saka Nasional

Satgaswil Gorontalo juga menekankan pentingnya peran guru dalam membentuk karakter kebangsaan siswa. Guru diharapkan mampu menjadi pendamping dalam menanamkan nilai toleransi dan nasionalisme sejak dini.

“Guru adalah garda terdepan dalam membangun karakter kebangsaan siswa. Peran ini sangat penting dalam menghadapi tantangan ideologi di era digital”, lanjutnya.

Di tempat yang sama, pihak sekolah menyambut positif kegiatan tersebut sebagai langkah preventif yang relevan dengan kondisi saat ini.

Baca Juga :  Gubernur Gorontalo Sambut Pangdam XIII/Merdeka dengan Adat Mopotilolo

Pihak sekolah berharap sosialisasi ini dapat menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga toleransi dan memperkuat persatuan di lingkungan pendidikan.

“Kami menyambut baik kegiatan sosialisasi ini sebagai langkah preventif yang sangat relevan dengan kondisi saat ini. Kami berharap melalui kegiatan ini dapat tumbuh kesadaran bersama di lingkungan sekolah untuk menjaga toleransi dan memperkuat persatuan”, ujar salah satu guru sesudah kegiatan berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *