Berita  

Tanamkan Sikap Tolak IRET, Tim Cegah Densus 88 Polri Sosialisasi Kebangsaan di SMK PPN Gorontalo

Guru dan siswa SMK PPN Gorontalo mengikuti sosialisasi wawasan kebangsaan sebagai upaya pencegahan paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET), Selasa (3/1/2026). [Foto: Redaksi/RT].

KABARREPUBLIK.ID, Kabupaten Gorontalo — Tim Cegah Densus 88 Antiteror Polri melaksanakan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di SMK PPN Gorontalo, Selasa (3/1/2026). Kegiatan ini bertujuan menanamkan sikap tegas menolak paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, serta Terorisme (IRET) di kalangan pelajar.

Sekitar 50 peserta mengikuti kegiatan ini dan peserta tersebut terdiri atas guru serta siswa kelas X, XI, dan XII. Dalam pemaparannya, Tim Cegah Densus 88 Polri menyampaikan materi pencegahan dini serta penguatan nilai kebangsaan. Selain itu, tim mengajak sekolah berperan aktif dan konsisten dalam mencegah penyebaran paham ekstrem.

Baca Juga :  Densus 88 dan Intelkam Polda Gorontalo Edukasi Siswa SMPN 1 Kabila Bone, Perkuat Daya Tangkal Paham IRET

Sesudah sosialisasi, Kepala SMK PPN Gorontalo menegaskan komitmen sekolah dalam menjaga lingkungan pendidikan yang aman dan moderat. Ia juga menekankan peran sekolah sebagai benteng pencegahan paham ekstrem karena sekolah membentuk karakter pelajar sejak dini.

Baca Juga :  Bentengi Sekolah dari IRET, Densus 88 dan Disdikbud Gorontalo Gagas Kolaborasi Pencegahan

“Sekolah memiliki tanggung jawab besar membentengi pelajar dari pengaruh intoleransi dan radikalisme. Melalui sosialisasi ini, kami ingin siswa memahami wawasan kebangsaan serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari”, jelasnya kepada media ini.

Di tempat yang sama, salah satu perwakilan siswa menyampaikan tanggapan positif dan menilai kegiatan ini memberi pemahaman baru.

Baca Juga :  PLTU Jawa 9 dan 10 Hidupkan Ekonomi Warga Sekitar Cilegon

Ia memahami pentingnya menyikapi perbedaan dan menjaga persatuan di lingkungan sekolah sehingga ia merasa lebih siap bersikap bijak.

“Kegiatan ini membuat kami lebih paham bahaya intoleransi dan radikalisme, serta membantu kami menyikapi perbedaan dan menjaga persatuan di lingkungan sekolah”, ujarnya.

**Cek berita dan artikel terbaru dengan ikuti WhatsApp Channel KABAR REPUBLIK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *