Berita  

Dukung Pencegahan Radikalisme Digital di Gorontalo, Wakil Bupati Imbau Pelajar Waspada Media Sosial

Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus menerima kunjungan Kamneg Subdit IV Polda Gorontalo dan Tim Cegah Densus 88 Antiteror Polri untuk membahas penguatan pencegahan radikalisme digital di Kabupaten Gorontalo. [Foto: Dok. KABARREPUBLIK]

KABARREPUBLIK.ID, Kab. Gorontalo — Wakil Bupati Gorontalo, Tonny S. Junus, mengajak pelajar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman radikalisme digital. Ia menegaskan langkah pencegahan harus dimulai dari kesadaran penggunaan media sosial secara bijak.

Tonny menyampaikan imbauan tersebut kepada pelajar, orang tua, dan tenaga pendidik di Kabupaten Gorontalo. Ia menilai penyebaran paham ekstrem kini semakin masif melalui platform digital.

Ia menjelaskan bahwa ancaman tidak lagi hadir dalam bentuk fisik. Ia menekankan bahwa paham radikalisme kini menyusup melalui perangkat digital yang digunakan sehari-hari.

Baca Juga :  Mulai 28 Maret 2026, Pemerintah Tunda Akses Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun

“Kepada seluruh pelajar dan remaja Kabupaten Gorontalo, serta para orang tua dan tenaga pendidik. Saat ini, musuh bangsa tidak lagi selalu datang dengan fisik, melainkan menyelinap melalui gawai di genggaman kita. Mari kita semua meningkatkan kewaspadaan penyebaran paham radikalisme dan terorisme yang kini mulai menyasar generasi muda melalui media sosial dan platform permainan online seperti Roblox,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Selanjutnya, Tonny meminta pelajar untuk selektif dalam berinteraksi di media sosial. Ia menegaskan pentingnya menghindari ajakan mencurigakan dari pihak tidak dikenal.

Baca Juga :  Densus 88 Antiteror dan Subdit IV Kamneg Dit Intelkam Polda Gorontalo Perkuat Pencegahan IRET

Ia juga mengingatkan agar pelajar segera melaporkan indikasi penyebaran paham ekstrem kepada pihak terkait. Ia menilai langkah cepat dapat mencegah dampak yang lebih luas.

“Bila ada orang asing di media sosial yang mulai mengajak kita ke ajaran-ajaran ekstrim, segera tinggalkan dan laporkan. Kepada orang tua dan guru, luangkan waktu untuk menampingi dan mengawasi aktivitas anak-anak kita dalam ruang digital.” tambahnya.

Selain itu, Toni Yunus mendorong pemanfaatan ruang digital untuk kegiatan positif. Ia mengajak pelajar untuk menjadikan media sosial sebagai sarana belajar dan berkarya.

Baca Juga :  75 Siswa dan Guru MTsN 1 Kota Gorontalo Ikuti Sosialisasi Bahaya Paham IRET

Ia menekankan bahwa peran orang tua dan tenaga pendidik sangat penting dalam pengawasan digital. Ia menyebut kolaborasi menjadi kunci utama dalam pencegahan radikalisme.

“Jadikan ruang digital menjadi tempat belajar dan berkarya. Mari kita jadikan daerah ini benteng yang kokoh melawan radikalisme yang merusak masa depan generasi kita,” pungkasnya.

**Cek berita dan artikel terbaru dengan ikuti WhatsApp Channel KABAR REPUBLIK
Penulis: DodiEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *