KABARREPUBLIK.ID | Gorontalo — Tudingan mantan Ketua The Presnas Center (TPC), Azan Piola terhadap para tokoh dan pejabat yang dahulu menentang pembentukan Provinsi Gorontalo dan kini menikmati kekuasaan atas perjuangan rakyat Gorontalo merupakan sebuah kekonyolan.
Apalagi Azan seolah mengajarkan kepada para tokoh dan pejabat daerah untuk merefleksikan perjuangan dulu sebagai semangat untuk menciptakan kesejahteraan rakyat yang hingga kini belum sepenuhnya terwujud.
“Tudingan dan pernyataan Azan Piola itu konyol, dia lupa dirinya sendiri seorang pejabat didaerah yang pembangunannya diduga lambat dan memiliki banyak masalah, terbaru kasus korupsi terungkap di Bone Bolango,” ujar Rizal Agu, wakil koordinator pusat Forum Mahasiswa Nusantara, Minggu (27/07/2026).
Aktivis yang tercatat sebagai Pengurus di DPP GMNI ini bahkan menilai pernyataan Azan Piola tidak memiliki kebaruan apa-apa selama menjadi ketua PTC dari tahun ke tahun.
“Isunya sama saja dari tahun ke tahun, masalah yang diungkapkan itu-itu saja, jadi apa kerjanya selama memimpin TPC? Kontribusinya apa untuk kesejahteraan rakyat? Bahkan rencananya di 2018 untuk pembangunan Monumen Perjuangan Pembentukan Provinsi saja tak kunjung ada realisasinya,” Ketusnya.
Sebagai orang yang ada di lingkungan pemerintah bahkan yang sempat menjabat sebagai ketua TPC harusnya lebih bijak dalam mengambil sikap.
“Sebagai mantan Ketua TPC Azan harusnya lebih bijak dalam melontarkan argumen, jangan melempar bola panas ke publik yang memancing tanda tanya besar, dan bahkan bisa saja memicu konflik di antara tokoh gorontalo” tandasnya
Rizal juga meminta agar Azan Piola dengan gentle menyebut siapa nama pejabat yang dimaksud dalam pernyataan serta tudingannya itu.
“Disebut saja nama-nama pejabat yang dimaksud, Azan juga tidak bisa melupakan sejarah bahwa ada pejabat yang memimpin daerah di Gorontalo pernah terlibat kasus amoral,” tutupnya.














