KABARREPUBLIK.ID | Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo menyalurkan bantuan produksi usaha senilai Rp987 juta kepada 395 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Gorontalo.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyerahkan bantuan tersebut bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie di halaman Kantor Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Provinsi Gorontalo, Kamis (6/8/2026).
Penyaluran bantuan berlangsung tanpa kehadiran Wali Kota Gorontalo. Meski demikian, proses penyerahan bantuan kepada ratusan pelaku UMKM tetap berjalan sesuai agenda yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Pemerintah Provinsi Gorontalo menyalurkan bantuan sesuai jenis usaha masing-masing penerima. Sebanyak 168 pelaku usaha warung makan menerima 100 kilogram beras, 18 liter minyak kelapa, dan 14 kilogram gula pasir.
Selanjutnya, 168 pelaku usaha kios menerima 22 liter minyak goreng, 18 kilogram gula pasir, masing-masing empat karton mi kuah dan mi goreng, serta 14 kaleng susu kental manis. Sebanyak 54 pelaku usaha pembuat kue menerima 30 kilogram mentega, 30 kilogram tepung terigu, 20 kilogram gula pasir, dan 26 kilogram susu kaleng.
Sementara itu, lima pelaku usaha gorengan menerima 40 kilogram tepung terigu, 46 liter minyak goreng, dan 33 sak tepung beras.
Gubernur Gusnar Ismail menjelaskan bantuan tersebut merupakan aspirasi yang disampaikan masyarakat dan anggota DPRD, kemudian dibahas bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Menurutnya, bantuan produksi usaha berbeda dengan bantuan sosial yang diperuntukkan bagi masyarakat pada desil satu karena bantuan ini diberikan kepada warga yang sedang menjalankan usaha.
“Bantuan usaha ini diberikan kepada saudara-saudara kita yang mampu berusaha, dengan demikian bantuan ini bukan untuk dikonsumsi, digunakan untuk usaha,” jelas Gusnar.
Gusnar menambahkan, bantuan tersebut menjadi tahap awal yang akan dievaluasi melalui proses monitoring. Pemerintah Provinsi Gorontalo akan menambah dukungan permodalan apabila usaha para penerima terus berkembang.
“Semakin besar dalam artian pendapatannya makin meningkat, nah usaha-usaha inilah yang akan dijaga oleh pemerintah supaya bapak-bapak dan ibu-ibu terus memperoleh pendapatan,” ungkapnya.
Pada 2026, Pemerintah Provinsi Gorontalo mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,9 miliar untuk program bantuan produksi usaha. Program tersebut menargetkan 1.193 pelaku UMKM di berbagai daerah di Provinsi Gorontalo.
Gubernur berharap bantuan yang disalurkan dapat memperkuat keberlangsungan usaha sekaligus meningkatkan pendapatan para penerima manfaat.















