Norman Joesoef Dinilai Cocok Perkuat Regenerasi dan Inovasi Pertahanan Nasional

Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Booth Republikorp di Indo Defence 2025, didampingi Menhan Sjafrie Sjamsoedin dan Pendiri Republikorp Norman Joesoef. [Foto: Istimewa]

KABAR REPUBLIK | Jakarta — Isu penunjukan CEO Republikorp Norman Joesoef sebagai Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) mendapat respons positif dari kalangan akademisi.

Dosen tetap Fakultas Teknologi Pertahanan Universitas Pertahanan RI, Ade Muhammad, menilai peluang tersebut membawa prospek positif bagi sektor pertahanan nasional.

Ade menilai pemerintah dapat memperkuat regenerasi kepemimpinan melalui keterlibatan generasi muda. Menurutnya, sektor pertahanan membutuhkan pemimpin yang memahami perkembangan teknologi secara cepat.

Ia juga menilai kehadiran alumni Universitas Pertahanan pada posisi strategis dapat memberi sinyal positif bagi pendidikan tinggi pertahanan.

Baca Juga :  Kunjungan Presiden Prabowo Dongkrak Ekspos Gorontalo, Gusnar Ismail Bawa Daerah Masuk 11 Besar Nasional

“Namun demikian, saya tetap menghormati proses konstitusional dan keputusan resmi pemerintah,” kata Ade, dikutip Sabtu, (8/8/2026).

Menurut Ade, pemerintah perlu menggabungkan pengalaman generasi senior dengan inovasi generasi muda. Kombinasi tersebut dapat membuat kebijakan pertahanan lebih adaptif.

Terlebih, perkembangan ancaman strategis abad ke-21 terus mengalami perubahan. Teknologi artificial intelligence, cyber defense, unmanned systems, dan ruang angkasa menjadi bagian penting.

Baca Juga :  Buka Musyawarah Daerah VI Golkar Boalemo, Idah Syahidah Rumuskan 'Tiga Wajah Partai Politik'

Selain itu, teknologi dual-use juga berkembang dengan sangat cepat. Kondisi tersebut menuntut pemerintah memperkuat kapasitas teknologi dan inovasi dalam sektor pertahanan.

Ade menilai penunjukan Norman Joesoef juga berpotensi memperkuat industri pertahanan nasional. Pengalaman dan perspektif teknologi dapat mendukung pengembangan industri pertahanan dalam jangka panjang.

“Indonesia membutuhkan pejabat publik yang memiliki kombinasi antara innovation dan tenacity, karena pembangunan industri pertahanan merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi lintas pemerintahan,” pungkas Ade.

Baca Juga :  Dari Swasembada ke Ekspor, Prabowo: Lonjakan Produksi Pangan Nasional Terbesar Sepanjang Sejarah

Meski demikian, Ade tetap menempatkan keputusan resmi Presiden Prabowo Subianto sebagai dasar utama penetapan Wamenhan.

Dengan demikian, isu penunjukan Norman Joesoef mencuat dalam konteks regenerasi kepemimpinan. Selain itu, isu tersebut berkaitan dengan kebutuhan inovasi teknologi pertahanan nasional.

**Cek berita dan artikel terbaru dengan ikuti WhatsApp Channel KABAR REPUBLIK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *