KABAR REPUBLIK | Gorontalo – Ramainya pemberitaan beberapa hari terakhir pasca pelaksanaan Rapat Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Gorontalo, terkait tudingan Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Ghalieb Lahidjun, kepada Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mendapat klarifikasi.
Pemberitaan yang dalam kutipan judulnya menyebut “Dua Tahun Bermitra, Ghalieb: Gusnar Tak Punya Manfaat Bagi Rakyat”, dinilai tidak sesuai dengan pernyataan yang pernah disampaikan Ghalieb Lahidjun.
Hal tersebut terungkap setelah Irfan Mahmud (Pimpinan Media Tatiye.id), yang memberitakan tudingan tersebut menyampaikan permohonan maaf kepada Partai Golkar, Jum’at (28/08/2026).
Permohonan maaf itu disampaikan karena redaksi pemberitaan media tersebut dinilai telah menyalahi etika dan terkesan mengadu domba antara Partai Golkar dan Pemerintah Provinsi Gorontalo.
“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada Partai Golkar, jika redaksi pemberitaan media kami dinilai telah menyalahi etika dan terkesan mengadu-domba antara Partai Golkar dan Pemprov Gorontalo,” ungkap Irfan.
Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Gorontalo, Ghalieb Lahidjun, yang juga merupakan Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo, telah menyampaikan bahwa dirinya merasa tidak pernah diwawancarai, apalagi memberikan pernyataan sebagaimana yang dimuat dalam pemberitaan media-media tersebut.
Akibat kutipan pernyataan yang menurut Ghalieb tidak pernah disampaikannya itu, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Gorontalo tersebut sempat menuai kritikan dan hinaan dari netizen di salah satu akun portal media sosial (Facebook).
Namun demikian, Ghalieb Lahidjun dengan berbesar hati menegaskan bahwa dirinya tidak akan mempermasalahkan persoalan pemberitaan maupun serangan netizen tersebut.
Ia menganggap hal itu sebagai konsekuensi logis yang harus dihadapi seorang politisi.
“Salah satu risiko terbesar menjadi politisi itu harus setiap saat siap dikritik, jangan cuma senang jika dipuji tapi gelisah jika dikritik,” ungkap Ghalieb.















