KABAR REPUBLIK — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo memperkuat kompetensi guru melalui pelatihan Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial di KGTK Provinsi Gorontalo, Sabtu (5/9/2026).
Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dikbud Gorontalo, Dewi Fatmawaty Talani, hadir dalam pelatihan berbasis kelompok kerja Siklus 1.
Ia juga menyampaikan kebijakan Pemprov Gorontalo terkait Pembelajaran Mendalam. Menurut Dewi, kebijakan tersebut mengacu pada Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025.
Karena itu, pembelajaran menekankan pemahaman konsep, berpikir kritis, dan penerapan pengetahuan.
“Guru perlu terus belajar, terus berbagi, dan terus memberi dampak bagi generasi masa depan. Mari bersama-sama mewujudkan pendidikan berkualitas untuk Gorontalo yang lebih maju,” kata Dewi.
Selanjutnya, Pembelajaran Mendalam mencakup tahap memahami, menerapkan, dan merefleksikan. Pendekatan ini juga mengembangkan olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga.
Selain itu, kebijakan tersebut mencakup delapan dimensi profil lulusan, kokurikuler, mata pelajaran, ekstrakurikuler, teknologi, asesmen, dan kemitraan.
Sementara itu, setiap PNS di lingkungan Pemprov Gorontalo wajib mengembangkan kompetensi minimal 20 JP per tahun. Ketentuan ini mengacu pada Pergub Nomor 27 Tahun 2023 dan Pergub Nomor 36 Tahun 2013.
Karena itu, Dinas Dkbud Provinsi Gorontalo mendorong guru menerapkan kebijakan tersebut dalam pembelajaran.
“Kita ingin kebijakan ini tidak berhenti pada pemahaman, tetapi juga hadir dalam proses pembelajaran dan memberi manfaat bagi peserta didik,” tuturnya.













