KABAR REPUBLIK — Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo berkolaborasi dengan SMK Negeri 3 Kota Gorontalo menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan, Senin (7/9/2026).
Kegiatan tersebut membahas bahaya paham IRET dan melibatkan sekitar 1.250 guru serta siswa.
Pantauan langsung di lokasi menunjukkan guru dan siswa mengikuti sosialisasi dengan tertib. Peserta menyimak materi yang disampaikan Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo.
IPTU Teguh Pribadi, S.E, menjelaskan materi kepada. peserta mencakup wawasan kebangsaan dan bahaya paham IRET. Materi tersebut juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
“Dalam kegiatan ini kami memberikan pemahaman kepada para siswa dan guru mengenai wawasan kebangsaan serta bahaya paham IRET. Kami juga mengajak mereka memahami pentingnya menjaga persatuan, memperkuat rasa cinta tanah air, dan tidak mudah terpengaruh oleh paham yang dapat mengancam keutuhan bangsa,” ujar IPTU Teguh Pribadi saat diwawancarai media ini.
Satgaswil Gorontalo juga mengajak peserta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai pengaruh ideologi. Peserta didorong untuk menyaring informasi dan mengenali paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.
Teguh berharap peserta menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mendorong guru dan siswa menjaga persatuan serta meningkatkan kewaspadaan.
“Harapan kami, setelah mengikuti kegiatan ini, para siswa dan guru semakin memahami bahaya paham IRET. Mereka juga dapat meningkatkan kewaspadaan, menyaring setiap informasi yang diterima, serta ikut menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Teguh.
Diketahui kegiatan tersebut, menjadi bagian dari upaya pencegahan paham radikalisme yang digelar oleh Satgaswil Gorontalo Densus 88 Anti Teror Polri, melalui edukasi wawasan kebangsaan di lingkungan pendidikan.













