Berita  

Cegah Penyebaran Paham IRET dan Konten True Crime, Densus 88 Gorontalo Edukasi Ratusan Pelajar SMPN 2 Suwawa

Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo Densus 88 Antiteror Polri bersama peserta didik dan guru SMP Negeri 2 Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (8/5/2026). [Foto: Redaksi/RTB].

KABARREPUBLIK.ID, Bone Bolango — Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo Densus 88 Antiteror Polri menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan di SMP Negeri 2 Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (8/5/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan mencegah penyebaran paham IRET serta meningkatnya konsumsi konten True Crime di kalangan pelajar. Sekitar 200 peserta mengikuti kegiatan itu, terdiri dari guru dan siswa.

Dalam sosialisasi tersebut, Yusuf menyoroti maraknya penyebaran konten digital yang dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku remaja.

Baca Juga :  Densus 88 dan Polda Gorontalo Ajak Siswa SMA Bonepantai Perkuat Nasionalisme

“Pelajar harus mampu membedakan informasi edukatif dan konten yang memengaruhi pola pikir negatif. Paham IRET dan konten true crime dapat memengaruhi perilaku pelajar jika mereka mengaksesnya tanpa pengawasan. Penyebaran paham menyimpang melalui media digital sering menyasar remaja karena mereka mudah terpengaruh informasi di internet. Kondisi itu dapat mengikis nilai kebangsaan, menurunkan sikap toleransi, serta memicu pola pikir negatif di lingkungan pendidikan,” ujar Yusuf mewakili Tim Cegah Densus 88 Gorontalo.

Baca Juga :  Densus 88 Tanamkan Semangat Kebangsaan di SMK 2 Limboto

Yusuf juga menjelaskan bahwa konten True Crime yang menampilkan kasus kriminal nyata dapat memicu rasa takut, kecemasan, dan gangguan emosional pada pelajar.

Menurutnya, akses berlebihan terhadap konten tersebut juga dapat menurunkan fokus belajar siswa.

“Paham IRET juga berpotensi mendorong sikap antisosial, membuat pelajar menolak nasihat lingkungan sekitar, serta memengaruhi cara pandang mereka terhadap kehidupan sosial. Karena itu, sekolah, orang tua, dan masyarakat perlu memperkuat pengawasan serta edukasi literasi digital bagi pelajar,” jelas Yusuf.

Baca Juga :  PWNU Gorontalo Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian dan Persatuan Saat Unjuk Rasa

Melalui kegiatan itu, Yusuf mengajak guru untuk aktif memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga persatuan, menerapkan etika bermedia sosial, serta menyaring informasi di ruang digital.

Ia menilai langkah tersebut penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan mendukung pembentukan karakter positif di kalangan pelajar.

**Cek berita dan artikel terbaru dengan ikuti WhatsApp Channel KABAR REPUBLIK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *