Berita  

Pergunu Gorontalo Gelar PKGNU, Densus 88 Antiteror Polri Bahas Radikalisme

KABAR REPUBLIK — Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW PERGUNU) Provinsi Gorontalo menggelar Pendidikan Kader Guru Nahdlatul Ulama (PKGNU) ke-1 di Asrama Haji Gorontalo, Sabtu (24/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, IPTU Teguh Pribadi dari Satgas Densus 88 Wilayah Gorontalo menyampaikan materi bertajuk ‘Membongkar Akar Radikalisme: Dari Ruang Kelas hingga Ruang Digital’.

Kegiatan ini mengusung tema “Meneguhkan Khidmah Guru NU, Menguatkan Pendidikan, Membangun Generasi Unggul”. Agenda tersebut menyoroti peran strategis guru dalam memperkuat pendidikan sekaligus membangun karakter generasi muda di tengah tantangan penyebaran paham radikal.

Baca Juga :  KPK Dalami Peran Billy Haryanto di Kasus Korupsi Proyek Kereta

Dalam pemaparannya, Teguh Pribadi membahas pentingnya memahami akar radikalisme, termasuk pola penyebarannya di lingkungan pendidikan dan ruang digital. Perkembangan teknologi informasi menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian karena masyarakat semakin mudah mengakses berbagai informasi melalui internet.

Teguh menekankan pentingnya peran guru dalam membangun daya kritis peserta didik agar tidak mudah terpengaruh oleh paham yang bertentangan dengan nilai toleransi dan kebangsaan.

“Guru tidak hanya berperan menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan cara berpikir peserta didik. Karena itu, penting bagi guru untuk menanamkan nilai toleransi, mengajarkan sikap kritis, serta membangun kesadaran untuk menghargai perbedaan sejak dini,” ujar Teguh Pribadi.

Baca Juga :  25 Kategori Dibuka, Dinas Dikbud Gorontalo Jaring GTK Potensial Untuk Apresiasi 2026

Ia juga menyoroti ruang digital sebagai lingkungan yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pencegahan radikalisme.

Arus informasi yang cepat menuntut masyarakat agar lebih cermat dalam menerima, memeriksa, dan menyebarkan informasi.

“Di ruang digital, setiap orang perlu memiliki kemampuan memilah informasi dan mengenali narasi yang berpotensi menyebarkan intoleransi. Guru dapat membantu membekali peserta didik dengan pemahaman tersebut agar mereka lebih bijak menggunakan teknologi dan tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Densus 88 dan Intelkam Polda Gorontalo Edukasi Siswa SMPN 1 Kabila Bone, Perkuat Daya Tangkal Paham IRET

Terakhir, melalui PKGNU ke-1 PW PERGUNU Provinsi Gorontalo mengangkat pentingnya penguatan kapasitas guru dalam menghadapi tantangan pendidikan.

Kegiatan ini juga menegaskan relevansi khidmah guru NU dalam mendukung pendidikan dan membangun generasi unggul.

**Cek berita dan artikel terbaru dengan ikuti WhatsApp Channel KABAR REPUBLIK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *