Generasi Muda Gorontalo Bawa Misi Religius ke STQH Nasional

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menerima jajaran pengurus LPTQ Provinsi Gorontalo dalam audiensi di Rumah Jabatan Gubernur, Selasa (7/10/2025). (Foto: Redaksi)

KABARREPUBLIK.ID — Sebelas anak muda Gorontalo berangkat ke Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) Nasional XXVIII di Sulawesi Tenggara dengan semangat besar.

Mereka tidak sekadar datang sebagai peserta lomba, tetapi sebagai pembawa nilai religius dan moral khas daerah Serambi Madinah.

Ucapan

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, melepas kafilah tersebut di Rumah Jabatan Gubernur, Selasa (7/10/2025). Ia menegaskan agar seluruh peserta tampil dengan santun, berakhlak, dan percaya diri.

“Saya ingin mereka tampil bukan hanya untuk medali, tapi untuk menunjukkan siapa kita sebagai masyarakat Qur’ani”, ujar Gubernur Gusnar.

Baca Juga :  Walikota Adhan Dambea Dibully Netizen: Tidak Paham Fungsi Trotoar

Sebelas peserta itu akan berlaga di cabang tilawah, hafalan Al-Qur’an, hafalan Hadits dan karya tulis ilmiah Al-Qur’an. Mereka berlatih intens bersama pelatih yang fokus memperkuat tajwid, fashahah, teknik vokal, dan penguasaan lagu.

Gusnar memuji pembinaan berjenjang yang digelar Kanwil Kemenag dan LPTQ Gorontalo. Menurutnya, pola pembibitan itu berhasil mencetak banyak qari muda berprestasi nasional. Ia pun berjanji hadir langsung pada pembukaan STQH sebagai bentuk dukungan moral.

Baca Juga :  Pengembalian Temuan Rp2,5 Miliar Hasil Audit BPK RI Tak Kunjung Terselesaikan, Kepala Balai BPJN Sulut Di Desak Mundur 

Ketua Umum LPTQ Gorontalo, Budiyanto Sidiki, menjelaskan bahwa pelatihan berlangsung selama dua bulan. Pada tahap akhir, tim melakukan pemantapan mental dan teknik lomba dari 29 September hingga 2 Oktober.

“Kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya fasih membaca Al-Qur’an, tetapi juga disiplin dan berkarakter kuat”, ujar Budiyanto.

Gorontalo memiliki rekam jejak membanggakan di ajang STQH Nasional. Pada 2019, kafilahnya meraih posisi Terbaik II Nasional di cabang hafalan 100 Hadits bersanad di Pontianak. Prestasi itu berlanjut di Sofifi pada 2021 dan beberapa ajang berikutnya.

Baca Juga :  Gubernur Gusnar Ismail Go Internasional, Walikota Adhan Dambea Sibuk Urus Trotoar Jalan

Tahun ini, keberangkatan kafilah membawa makna lebih luas. Bukan sekadar lomba, tapi langkah nyata untuk meneguhkan kedekatan anak muda dengan nilai agama di tengah arus digital dan budaya populer.

Lewat para qari muda inilah, semangat ‘Serambi Madinah’ tetap menyala, menegaskan bahwa moral dan spiritual menjadi fondasi identitas Gorontalo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *