Densus 88 dan Polda Gorontalo Perkuat Wawasan Kebangsaan Calon Paskibraka Kabupaten Gorontalo

Calon Paskibraka Kabupaten Gorontalo mengikuti pembekalan wawasan kebangsaan yang digelar Unit Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri bersama Polda Gorontalo di Gedung Kasmat Lahay, Kantor Bupati Gorontalo, Senin (20/4/2026). [Foto: kabarrepublik.id/RTB].

KABARREPUBLIK.ID, Kab. Gorontalo — Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo Densus 88 Antiteror Polri bersama Subdit IV Dit Intelkam Polda Gorontalo berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Gorontalo memberikan penguatan wawasan kebangsaan kepada calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), Senin (20/4/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Kasmat Lahay, Kantor Bupati Gorontalo, sebagai bagian dari upaya pencegahan terhadap paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) di kalangan generasi muda.

Mewakili Unit Pencegahan, Brigpol Rian Reynaldi Dama, menekankan pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan, ideologi negara, serta pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Baca Juga :  Pemprov Gorontalo Luruskan Informasi THR Guru ASN, Tegaskan Perbedaan THR ASN dan TPG ASN

“Penguatan wawasan kebangsaan ini menjadi bekal penting bagi para calon Paskibraka agar mampu menangkal paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET). Kami juga memberikan pemahaman terkait nilai-nilai Pancasila, semangat persatuan, serta bagaimana generasi muda harus memiliki daya tangkal terhadap ideologi yang menyimpang,” ujar Rian kepada media ini.

Ia menambahkan bahwa peserta turut dikenalkan dengan pola-pola penyebaran paham IRET, khususnya melalui media sosial dan lingkungan pergaulan.

Menurutnya, pemahaman ini penting agar para peserta tidak mudah terpengaruh serta mampu menjadi agen penangkal di lingkungannya masing-masing.

Baca Juga :  MenPAN-RB Apresiasi Gubernur Gusnar Ismail, Dinilai Baik Dimata Pemerintah Pusat

“Kami menjelaskan ciri-ciri penyebaran paham tersebut, termasuk bagaimana propaganda dilakukan secara halus melalui platform digital. Dengan begitu, para peserta tidak hanya memahami, tetapi juga mampu mengidentifikasi dan merespons secara tepat jika menemukan indikasi penyebaran paham tersebut,” tambahnya.

Rian juga menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan bangsa, sehingga pembinaan sejak dini menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan ideologi.

“Peran generasi muda sangat strategis dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah berbagai tantangan ideologi yang berkembang saat ini. Karena itu, kami mendorong agar para calon Paskibraka ini dapat menjadi contoh sekaligus pelopor dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan di lingkungan mereka,” tegasnya.

Baca Juga :  Bersama Subdit IV Polda Gorontalo, Densus 88 Antiteror Polri Sosialisasikan Bahaya Paham IRET di SMP Negeri 1 Kwandang

Seleksi calon anggota Paskibraka tingkat Kabupaten Gorontalo tahun 2026 diikuti sebanyak 113 peserta yang terdiri dari 58 laki-laki dan 55 perempuan. Para peserta berasal dari berbagai SMA, SMK, dan MA sederajat se-Kabupaten Gorontalo.

Melalui pembekalan ini, para peserta diharapkan tidak hanya siap secara fisik dan kedisiplinan, tetapi juga memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat sebagai bekal dalam menjalankan tugas serta menjaga keutuhan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *