KABARREPUBLIK.ID, Gorontalo – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menghadiri rapat koordinasi bersama jajaran Satuan Kerja Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia di Aula Balai Wilayah Sungai Sulawesi II, Rabu (1/4/2026).
Gubernur menyoroti progres pembangunan bendungan yang telah mencapai 92 persen. Ia menilai proyek ini membutuhkan dukungan kuat dari pemerintah daerah dan masyarakat. Oleh karena itu, ia mendorong percepatan tahapan lanjutan.
Sementara itu, Kepala BWS Sulawesi II, Ali Rahmat, menjelaskan posisi strategis proyek tersebut. Ia menyebut Bendungan Bulango Ulu termasuk dalam 14 proyek bendungan nasional yang masih berjalan.
“Bendungan Bulango Ulu salah satu yang diprioritaskan. Kemarin kami sudah mengajukan surat untuk Penlok. Mudah-mudahan dibantu percepatannya sehingga kita tidak kena rekomposisi anggaran. Kita penundaan anggarannya bisa direkomposisi ke bendungan lain,” kata Ali.
Merespon hal tersebut, Gubernur menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia mengajak seluruh satker untuk menyatukan arah kebijakan dan langkah kerja. Ia menilai koordinasi sudah berjalan, namun kolaborasi perlu diperkuat.
“Kalau program sinkronisasi saya kira sudah, koordinasi juga sudah tapi kolaborasi untuk menyatukan pikiran, hati dan langkah itu yang paling perlu, sehingga saya datang ke sini untuk mengajak sama sama bangun kolaborasi,” kata Gusnar.
Selain itu, Gubernur menilai Bendungan Bulango Ulu memiliki manfaat besar bagi masyarakat. Ia menyebut bendungan ini mendukung ketahanan pangan dan pengendalian banjir. Ia juga menegaskan potensi penyediaan air minum dalam skala besar.
“Bulango Ulu selain mendukung ketahanan pangan dan pencegah banjir juga sebagai sumber air minum. Itu bisa dimanfaatkan oleh 800 ribu orang. Bayangkan kalau penduduk kita 1,2 juta jiwa berarti 3/4 penduduknya bisa terlayani,” bebernya.
Di sisi lain, pemerintah juga mendorong percepatan proyek strategis lain. Pemerintah menargetkan penyelesaian jaringan irigasi Randangan untuk sawah baru. Selain itu, pemerintah mempercepat pembangunan apron Bandara Djalaluddin.
Terakhir, pemerintah menyiapkan pembangunan pabrik pakan ternak senilai Rp2,4 triliun. Pemerintah menargetkan proyek tersebut mulai berjalan tahun ini. Dengan demikian, pemerintah memperkuat sektor pertanian dan infrastruktur secara bersamaan.












