Berita  

Dinas Dikbud Gorontalo Perkuat Tata Kelola SLBN Kota Gorontalo, Program dan RKA BOSP Disusun Berbasis Data

KABAR REPUBLIK — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Gorontalo memperkuat tata kelola SLB Negeri Kota Gorontalo melalui Perencanaan Berbasis Data (PBD).

Dinas Dikbud mendorong sekolah menggunakan data dan hasil evaluasi sebagai dasar dalam menyusun program serta Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun Anggaran 2026/2027.

Penguatan tersebut berlangsung di SLB Negeri Kota Gorontalo, Selasa (8/9/2026). Kegiatan itu melibatkan guru dan tenaga kependidikan dalam proses perencanaan sekolah.

Kepala Bidang Pendidikan SMA dan Pendidikan Khusus (PSMA dan Diksus) Dikbud Provinsi Gorontalo, Agus I. Sumba, menilai PBD dapat memperkuat akuntabilitas pengelolaan anggaran sekolah.

Baca Juga :  Ijazah Tidak Pernah Digugat, Gubernur Fadel Muhammad, Rusli Habibie dan Gusnar Ismail Pendidikan Jelas

“Perencanaan berbasis data merupakan langkah strategi untuk mewujudkan pengelolaan Dana BOSP, khususnya BOSP Kinerja Terbaik, yang lebih akuntabel, transparan, efektif, dan tepat sasaran,” jelas Agus.

Dalam penerapannya, sekolah terlebih dahulu memetakan kondisi dan kebutuhan satuan pendidikan. Hasil pemetaan tersebut kemudian menjadi bahan dalam menentukan prioritas program.

Guru dan tenaga kependidikan ikut membahas kebutuhan sekolah dalam proses tersebut. Mereka menyusun jadwal kegiatan, menentukan skema pelaksanaan, serta memilih program yang sesuai dengan prioritas sekolah.

Selanjutnya, sekolah menerjemahkan hasil perencanaan tersebut ke dalam RKA BOSP 2026/2027. Proses ini membantu sekolah menghubungkan kebutuhan yang telah teridentifikasi dengan rencana penggunaan anggaran.

Baca Juga :  16 Cabang Dipertandingkan, Ini Daftar Juara FLS3N Gorontalo Tahun 2026

Sekolah juga mengarahkan anggaran pada kegiatan yang memiliki sasaran dan manfaat yang jelas. Dengan demikian, setiap program memiliki dasar perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Agus menegaskan bahwa sekolah perlu menyesuaikan rencana kegiatan dengan kondisi nyata satuan pendidikan. Pendekatan tersebut membuat penggunaan anggaran lebih relevan dengan kebutuhan layanan pendidikan.

Penerapan PBD memiliki arti penting bagi SLB Negeri Kota Gorontalo karena satuan pendidikan khusus melayani peserta didik dengan karakteristik dan kebutuhan yang beragam.

Kondisi tersebut membutuhkan perencanaan yang lebih kontekstual. Sekolah perlu memastikan program yang masuk dalam RKA benar-benar mendukung kebutuhan peserta didik.

Baca Juga :  Dinas Dikbud Gorontalo Perkuat Intervensi di Langge, Dari Bantuan Tas Hingga Karakter Remaja

Dinas Dikbud Provinsi Gorontalo juga mendorong sekolah menggunakan data dalam seluruh siklus pengelolaan program. Proses tersebut mencakup pemetaan kebutuhan, penetapan prioritas, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi.

Dengan pola itu, sekolah memiliki pijakan yang lebih jelas dalam mengelola program dan anggaran. Sekolah juga dapat menilai kembali efektivitas program berdasarkan hasil pelaksanaan dan evaluasi.

Melalui penguatan PBD, Dinas Dikbud Provinsi Gorontalo menargetkan tata kelola SLBN Kota Gorontalo semakin terarah. Program dan RKA BOSP diharapkan mampu menjawab kebutuhan sekolah sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan bagi peserta didik.

**Cek berita dan artikel terbaru dengan ikuti WhatsApp Channel KABAR REPUBLIK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *