KABAR REPUBLIK – Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo berkolaborasi dengan Subdit IV Dit Intelkam Polda Gorontalo menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan di SMP Negeri 1 Limboto, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan tersebut menyasar guru dan siswa. Tim memberikan pemahaman mengenai bahaya paham IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme), NVE (Nihilistic Violent Extremism), serta penyebaran konten True Crime Community di kalangan pelajar.
IPTU Teguh Pribadi, menjelaskan bahwa pelajar perlu mengenali berbagai ancaman ideologi ekstrem sejak dini. Ia menekankan pentingnya membangun daya kritis agar siswa tidak mudah terpengaruh oleh ajakan maupun konten negatif di ruang digital.
“Kami mengajak para pelajar untuk lebih waspada terhadap penyebaran paham ekstrem, termasuk konten yang mengandung unsur kekerasan. Jangan mudah terpengaruh, apalagi ikut menyebarkan informasi atau konten yang dapat merusak pola pikir dan perilaku,” jelasnya.
Sementara itu, Perwakilan Polda Gorontalo turut menegaskan pentingnya peran guru dalam mengawasi perkembangan perilaku dan aktivitas digital peserta didik.
Menurutnya, pencegahan membutuhkan keterlibatan sekolah, keluarga, dan kepolisian.
“Kami berharap guru dan siswa dapat bersama-sama mengenali potensi ancaman IRET dan NVE. Selain itu, pelajar harus bijak menggunakan media sosial serta tidak menjadikan konten kekerasan sebagai hiburan atau contoh perilaku dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.














