Daerah  

Perkuat Moderasi Beragama, Densus 88 Gorontalo Gelar FGD Bertajuk ‘Ngopi Rasa Ngaji’

Unit Pencegahan Satgas Wilayah Gorontalo Densus 88 Antiteror Polri bersama Tokoh Agama, Pimpinan Paguyuban serta unsur masyarakat usai pelaksanaan Forum Group Discussion (FGD) bertajuk Ngopi Rasa Ngaji, Senin (05/01/2026). (Foto: Tim Cegah Densus 88/YI).

KABARREPUBLIK.ID, GORONTALO — Densus 88 Antiteror Polri melalui Unit Pencegahan Satgas Wilayah Gorontalo menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertajuk ‘Ngopi Rasa Ngaji’ sebagai upaya memperkuat moderasi beragama dan mencegah berkembangnya paham intoleran serta radikal di tengah masyarakat, Senin (05/01/2026).

Kegiatan tersebut dikemas dalam suasana dialogis dan kekeluargaan dengan melibatkan tokoh agama, pimpinan paguyuban, serta unsur aparat keamanan.

Baca Juga :  Gubernur Gusnar Pastikan Kesiapan Posko Transportasi Lebaran 2026 Untuk Kelancaran Arus Mudik

FGD difokuskan pada penguatan pemahaman keagamaan yang moderat, pengamalan nilai-nilai kebangsaan, serta pentingnya menjaga harmoni sosial dalam kehidupan bermasyarakat yang beragam.

AKP. M. Atmal Fauzi, S.H. hadir sebagai penceramah utama dan menegaskan bahwa moderasi beragama merupakan elemen penting dalam menjaga persatuan serta menangkal pengaruh ideologi ekstrem.

Baca Juga :  Bantah Tudingan Wali Kota, Keluarga Nani Wartabone Apresiasi Pemprov Gorontalo

Sementara itu, Ustaz Ahmad Al Ahroryi memberikan penguatan melalui perspektif keislaman yang rahmatan lil ‘alamin sebagai fondasi membangun toleransi dan kebersamaan.

FGD ini turut dihadiri Ketua Kerukunan Keluarga Indonesia Jawa (KKIJ) Gorontalo Eko Makaryo, Ketua Paguyuban FOR Jatim, Wakil Ketua Paguyuban Kerukunan Perantau Jawa Tengah, Ketua Paguyuban Pengajian Tombo Ati, serta personel Subdit IV Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Intelijen Polda Gorontalo.

Baca Juga :  Dari Enam Kepala Daerah Di Gorontalo, Hanya Walikota Yang Memaki Rakyatnya Sendiri

Melalui FGD Ngopi Rasa Ngaji ini, Densus 88 Gorontalo berharap ruang dialog keagamaan yang inklusif dan berkelanjutan dapat terus dikembangkan sebagai langkah preventif dalam menjaga stabilitas keamanan dan memperkokoh persatuan bangsa.

**Cek berita dan artikel terbaru dengan ikuti WhatsApp Channel KABAR REPUBLIK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *