KABARREPUBLIK.ID, Gorontalo – Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo Densus 88 Antiteror Polri bersama Subdit IV Dit Intelkam Polda Gorontalo mengedukasi 150 pelajar SMP Negeri 2 Limboto melalui sosialisasi wawasan kebangsaan, Jumat (17/4/2026).
Kegiatan bertajuk “Densus Menyapa, Pelajar Siaga Anti-Radikalisme” ini melibatkan guru dan siswa. Tim menyasar penguatan pemahaman kebangsaan untuk mencegah penyebaran paham radikal di lingkungan sekolah.
Tim Densus 88 menekankan pentingnya nilai kebangsaan sebagai benteng pelajar. Mereka juga mengingatkan bahaya paham IRET yang dapat merusak persatuan bangsa.
“Kami mengajak pelajar untuk memahami nilai-nilai kebangsaan secara utuh, menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini, serta menjauhi paham IRET yang mencakup intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, karena paham-paham tersebut dapat merusak persatuan, memecah belah masyarakat, dan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar narasumber dari Densus 88 di hadapan peserta.
Selain itu, Perwakilan Subdit IV Dit Intelkam Polda Gorontalo menyoroti pentingnya literasi digital. Ia mendorong pelajar agar lebih kritis dalam menerima informasi dari media sosial.
“Pelajar harus menjadi generasi yang cerdas dalam bermedia sosial, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, mampu menyaring setiap konten yang diterima, serta memiliki kemampuan membedakan mana informasi yang faktual dan mana yang menyesatkan, sehingga tidak mudah terpapar ideologi yang menyimpang,” jelasnya.
Pihak sekolah menutup kegiatan dengan menyampaikan apresiasi. Mereka menilai kegiatan ini sangat positif bagi pelajar.












