Berita  

75 Siswa dan Guru MTsN 1 Kota Gorontalo Ikuti Sosialisasi Bahaya Paham IRET

KABARREPUBLIK.ID | Kota Gorontalo – Sebanyak 75 siswa dan guru MTs Negeri 1 Kota Gorontalo mengikuti Sosialisasi Wawasan Kebangsaan yang digelar Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo bersama Subdit IV Dit Intelkam Polda Gorontalo, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan itu bertujuan memperkuat wawasan kebangsaan. Tim juga mengajak pelajar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman di ruang digital.

Tim Cegah memaparkan bahaya paham IRET. Pemateri juga menjelaskan penyebaran konten True Crime Community di kalangan pelajar. Selain itu, peserta mendapat materi mengenai ancaman Nihilistic Violent Extremism (NVE).

Baca Juga :  Densus 88 Edukasi Pelajar MTs Al-Huda Gorontalo soal Bahaya Radikalisme dan Konten True Crime

Kepala Tim Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo, Iptu Teguh Pribadi, S.E., menegaskan pentingnya edukasi sejak dini untuk memperkuat ketahanan pelajar terhadap pengaruh paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.

“Kami mengajak para pelajar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Pelajar harus mampu menyaring setiap informasi yang diterima, terutama melalui media digital, agar tidak mudah terpengaruh konten yang mengarah pada ekstremisme maupun kekerasan,” ujar Teguh.

Teguh juga mengingatkan peserta agar lebih bijak saat mengakses konten digital. Menurutnya, konten True Crime Community dapat memengaruhi cara pandang dan perilaku pelajar jika mereka mengonsumsinya tanpa pendampingan.

Baca Juga :  Kerja Sama Lintas Lembaga, Tim Cegah Densus 88 Sosialisasikan Ancaman IRET di SMP 1 Gorontalo Utara

Sementara itu, perwakilan Subdit IV Dit Intelkam Polda Gorontalo, Afandi, turut mengajak guru dan siswa menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.

Ia juga mendorong sekolah memperkuat karakter dan wawasan kebangsaan di lingkungan belajar.

“Guru dan siswa memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dari penyebaran paham menyimpang. Karena itu, kami mengajak seluruh peserta menggunakan media digital secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab agar tidak mudah terpapar konten negatif,” kata Afandi.

Baca Juga :  Lindungi Pelajar Dari Paham IRET, Pemkab Gorontalo-Densus 88 Antiteror Polri Siapkan Tim Terpadu

Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo dan Subdit IV Dit Intelkam Polda Gorontalo berharap kegiatan tersebut meningkatkan literasi digital para peserta.

Keduanya juga berharap guru dan siswa mampu mengenali ciri penyebaran paham ekstrem serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

**Cek berita dan artikel terbaru dengan ikuti WhatsApp Channel KABAR REPUBLIK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *