KABAR REPUBLIK — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo memperkuat edukasi kesehatan mental bagi remaja melalui pelibatan lima sekolah.
Program tersebut berlangsung melalui Implementasi Kesehatan Mental bagi Remaja Tahun 2026 di Aula SMA Negeri 1 Telaga, Kabupaten Gorontalo, Selasa (15/9/2026).
Lima sekolah yang terlibat yakni SMA Negeri 1 Telaga, SMA Negeri 1 Limboto, MAN 1 Kota Gorontalo, SMA Negeri 3 Kota Gorontalo, dan SMK Negeri 3 Kota Gorontalo.
Sebanyak 65 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas peserta implementasi PIK-R, fasilitator, pembina PIK-R, perwakilan perangkat daerah, serta PKB/PLKB pembina wilayah. Selain itu, unsur SMA Negeri 1 Telaga turut mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam program ini, Dikbud Gorontalo menggunakan pendekatan konselor sebaya. Pendekatan tersebut mendorong remaja untuk saling mendengarkan dan mendukung teman.
Selanjutnya, peserta juga mendapat ruang untuk menyebarkan informasi yang tepat tentang kesehatan mental. Langkah ini mendorong siswa membangun lingkungan sekolah yang aman dan suportif.
Ketua Tim Kerja Peserta Didik dan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Affandi Lakoro, menilai kesehatan mental berperan penting dalam perkembangan peserta didik.
“Kesehatan mental merupakan bagian penting dari perkembangan peserta didik. Karena itu, remaja perlu dibekali pengetahuan dan ruang yang aman agar dapat saling mendukung serta berkembang menjadi pribadi yang sehat, berkarakter, dan tangguh,” kata Affandi.
Kegiatan tersebut menindaklanjuti pelatihan Konselor Sebaya dan Fasilitator Remaja tingkat nasional pada 21–23 November 2025.
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN bersama UNICEF Indonesia menggelar pelatihan tersebut.
Setelah pelatihan itu, Dikbud Gorontalo mendorong sekolah mengintegrasikan edukasi kesehatan mental dalam kehidupan sekolah.
Selain itu, pemerintah daerah, BKKBN, UNICEF, dan pihak terkait terus mendukung penguatan program tersebut. Melalui keterlibatan lima sekolah, Dikbud Gorontalo memperluas edukasi kesehatan mental bagi remaja.
Program ini juga mendorong remaja untuk berani berbicara, mendengarkan teman, dan mencari bantuan saat menghadapi persoalan.













