Idah Syahidah Tinjau Sekolah Rakyat, Pastikan Anak Asuh Hidup Nyaman

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie bersama para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 71 Boalemo, usai berdialog hangat tentang kehidupan mereka di asrama, Jumat (7/11/2025). (Foto: Istimewa).

KABARREPUBLIK.ID – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie meninjau langsung kondisi siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi 71, Kecamatan Botumoito Kabupaten Boalemo, Jumat (7/11/2025).

Dalam kunjungan itu, Idah ingin memastikan anak-anak yang tinggal di asrama mendapatkan lingkungan belajar dan hidup yang layak.

Ucapan

Dengan penuh keakraban, Idah menyapa dan berbincang ringan dengan para siswa. Ia menanyakan kenyamanan mereka selama bersekolah dan tinggal di asrama.

Baca Juga :  Gorontalo Tegaskan Dukungan Program Prioritas Nasional dalam Rakornas 2026

“Enak di mana, di rumah atau di sini?”, tanya Idah sambil tersenyum.

Anak-anak serempak menjawab bahwa mereka lebih senang tinggal di sekolah. Mendengar jawaban itu, Idah melanjutkan pertanyaan seputar makanan, kamar dan kamar mandi. Para siswa pun kompak menjawab bahwa semuanya lebih baik di sekolah.

Baca Juga :  Kamneg Subdit IV dan Densus 88 Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di SMPN 6 Gorontalo

Idah kemudian menyinggung pola makan anak-anak di rumah. Beberapa siswa mengaku hanya makan sekali dalam sehari, ada yang dua hingga tiga kali. Namun di asrama, mereka kini bisa makan hingga lima kali sehari.

Bagi Idah, hal ini menjadi bukti bahwa program sekolah rakyat memberi dampak nyata terhadap kesejahteraan anak-anak. Ia menilai pola asrama yang teratur membantu mereka tumbuh sehat, disiplin, dan bahagia.

Baca Juga :  Gusnar Bawa Pola NTB, Siapkan Koperasi Tambang Modern di Gorontalo

“Saya senang mendengar anak-anak di sini makan cukup dan hidup nyaman. Artinya, program ini berjalan baik”, ujar Idah.

Kunjungan ini juga menjadi wujud perhatian Pemerintah Provinsi Gorontalo terhadap pendidikan dan kesejahteraan anak. Idah berharap, keberhasilan Sekolah Rakyat Terintegrasi 71 dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lain di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *