Wakil Gubernur Gorontalo Tegaskan Peran Daerah dalam Pembukaan Rute Laut Internasional Sulampua

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie (tengah) bersama para Kepala daerah dan pemangku kepentingan kawasan Sulampua usai mengikuti Focus Group Discussion Transformasi Sulampua di Manado, Senin (19/1/2025), [Foto: Tim Komunikasi Pemprov Gorontalo].

KABARREPUBLIK.ID, Sulut — Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie menegaskan peran aktif Gorontalo dalam penguatan konektivitas logistik kawasan timur Indonesia. Wagub menyampaikan komitmen tersebut saat menghadiri diskusi grup terpumpun pembukaan rute transportasi laut internasional di Manado, Senin (19/1/2025).

Forum tersebut membahas rencana pembukaan rute laut Bitung–Tiongkok–Jepang–Korea Selatan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menginisiasi agenda strategis ini untuk mempercepat arus logistik lintas negara. Selain itu, pemerintah daerah menargetkan penguatan ekonomi kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Selanjutnya, Wagub Idah Syahidah mengikuti pembahasan bersama kepala daerah se-Sulampua. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar forum ini di Aula Lantai 6 Gedung Keuangan Negara Manado. Wagub hadir sebagai representasi komitmen Gorontalo dalam kerja sama regional.

Baca Juga :  Gorontalo Resmi Gabung Program SMA Unggul Garuda Transformasi 2025

Selain itu, forum ini menghadirkan pemangku kepentingan nasional dan internasional. Hadir Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok, Djauhari Oratmangun. Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus memimpin langsung diskusi bersama Wakil Gubernur, Victor Mailangkay dan perwakilan provinsi lain.

Dalam forum tersebut, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menegaskan posisi strategis kawasan Sulampua. Ia menyebut kawasan ini menyumbang ekspor nasional sebesar USD 25–30 miliar per tahun. Kontribusi tersebut setara 15–18 persen dari total ekspor nasional.

Baca Juga :  Buka Rakerda KNPI, Wagub Idah Dorong Peran Pemuda dalam Pengawasan Program MBG

Namun demikian, Yulius menilai sistem logistik masih bergantung pada pelabuhan di Pulau Jawa. Ketergantungan ini dinilai menghambat efisiensi distribusi barang dari kawasan timur Indonesia.

“Pengembangan direct call dari Bitung berpotensi memangkas waktu pelayaran ke Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok dari 25–30 hari menjadi sekitar 7–10 hari, serta menurunkan biaya logistik hingga 20–30 persen,” tegasnya.

Selanjutnya, Yulius mendorong Pelabuhan Bitung sebagai simpul logistik utama Indonesia timur. Ia mengajak seluruh daerah Sulampua mendukung kebijakan ini secara kolektif.

Baca Juga :  Gubernur Gusnar Resmikan Kejuaraan Renang Gorontalo 2026 Tingkat Indonesia Timur

“Keberhasilan Sulawesi Utara sebagai hub logistik kita yakini akan menciptakan ekosistem baru yang mendorong pertumbuhan pergudangan, pusat distribusi regional, pelabuhan pengumpul, serta menarik investasi berkualitas ke Indonesia Timur,” tandasnya.

Sementara itu, kehadiran Wakil Gubernur Idah Syahidah mempertegas posisi Gorontalo dalam transformasi logistik kawasan. Pemerintah Provinsi Gorontalo menyatakan kesiapan mendukung penguatan konektivitas laut internasional melalui sinergi antarprovinsi Sulampua.

Sebagai penutup, seluruh peserta forum menandatangani piagam dukungan transformasi Sulampua menuju Global Logistics Hub. Kesepakatan tersebut menegaskan komitmen bersama meningkatkan efisiensi dan daya saing logistik Indonesia timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *