Berita  

Dukung SPMB 2026, SMA Negeri 5 Gorontalo Usulkan Penyempurnaan Aturan Demi Pemerataan Pendaftar

[Foto: Ilustrasi AI/Dodi].

KABARREPUBLIK.ID | Gorontalo — Ditengah berbagai sorotan atas pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026, SMA Negeri 5 Kota Gorontalo menyatakan dukungannya atas pelaksanaan SPMB tersebut.

Selain itu, sekolah juga mengusulkan penyempurnaan aturan agar distribusi calon murid baru lebih merata di seluruh satuan pendidikan.

Kepada media ini, kepala SMA Negeri 5 Gorontalo, Wahyudin Humonggio, menilai pelaksanaan SPMB tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, sebaran pendaftar masih terkonsentrasi di sekolah-sekolah yang menjadi pilihan utama masyarakat.

“Kuota siswa baru di sekolah-sekolah sekitar SMA 1 dan SMA 3 itu masih banyak yang belum terisi secara penuh. Menurut saya penyebabnya adalah karena status SMA 1 dan SMA 3 sebagai sekolah yang menjadi pilihan utama masyarakat sehingga dua sekolah itu menjadi destinasi utama siswa pendaftar baru,” ujarnya Wahyudin, Jumat (3/7/2026).

Baca Juga :  Mais Nurdin Dorong Pemuda Paguyaman Pantai Kuasai Dunia Digital

Wahyudin menegaskan SMA Negeri 5 Gorontalo mendukung pelaksanaan SPMB 2026 dan berharap seluruh proses penerimaan murid baru dilaksanakan sesuai petunjuk teknis yang berlaku.

“Kami dari sekolah-sekolah yang jumlah pendaftarnya masih perlu ditingkatkan berharap bahwa seluruh proses penerimaan pendaftaran siswa baru dilaksanakan dengan mengacu ke juknis yang berlaku secara taat, transparan, dan akuntabel. Pada dasarnya kami SMA 5 Gorontalo mendukung model pelaksanaan SPMB tahun ini,” katanya.

Ia juga meminta Dinas Pendidikan terus menyempurnakan sistem penerimaan murid baru agar distribusi pendaftar tidak hanya terpusat di sekolah tertentu, tetapi tersebar secara adil dan merata.

“Kami dari SMA 5 Gorontalo berharap agar ada upaya-upaya yang terus menerus dari pihak Dinas Pendidikan sedemikian rupa sehingga pendaftar siswa baru tidak terkonsentrasi di sekolah-sekolah tertentu dan didistribusikan secara adil dan merata ke sekolah lain,” jelasnya.

Baca Juga :  Hasil Seleksi SPMB Gorontalo 2026 Resmi Diumumkan, Sebanyak 13.078 Siswa Diterima

Ia juga menjelaskan pelaksanaan SPMB tahun ini, SMA Negeri 5 Gorontalo menyediakan kuota sebanyak 180 siswa yang terbagi dalam lima rombongan belajar.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 79 calon murid memilih SMA Negeri 5 sebagai pilihan pertama, sedangkan 48 calon murid memilih sekolah itu pada pilihan kedua dan ketiga. Total pendaftar tercatat 127 orang, namun hanya 65 calon murid yang melakukan daftar ulang.

Berkaca pada kondisi tersebut, Wahyudin mengusulkan penyempurnaan aturan mengenai pilihan sekolah dalam SPMB agar kuota di setiap sekolah dapat terisi lebih optimal.

“Yang pendaftar pilihan 1 itu semestinya sudah secara sadar menimbang masak-masak bahwa dengan memilih pilihan 1 di sekolah tertentu, itu artinya sudah memutuskan untuk bersekolah di situ. Kalaupun ada yang pada akhirnya menolak menerima itu, maka seyogianya yang bersangkutan haknya untuk mendaftar di sekolah lain selain sekolah yang sudah dipilih tadi itu, hangus,” tegasnya.

Baca Juga :  Catatan Menuju Tahun Baru 2026: Struktur Baru Partai dan Peluang AKD Baru

Menurutnya, aturan tersebut akan membantu menjaga kuota sekolah yang belum terpenuhi sekaligus mencegah perpindahan pendaftar yang berpotensi mengurangi kesempatan sekolah-sekolah dengan jumlah pendaftar yang belum merata untuk memenuhi daya tampungnya.

“Dengan demikian, maka kuota-kuota dari sekolah yang jumlah pendaftarnya belum terpenuhi itu tidak akan tergerus. Karena kalau itu dibuka, maka kuota kami akan tergerus,” pungkasnya.

**Cek berita dan artikel terbaru dengan ikuti WhatsApp Channel KABAR REPUBLIK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *