KABARREPUBLIK.ID | Bone Bolango – Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo berkolaborasi dengan Subdit IV Dit Intelkam Polda Gorontalo. Keduanya menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di SMA Negeri 1 Kabila, Jum’at (7/8/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan guru dan siswa sebagai peserta. Seluruh peserta mengikuti sosialisasi secara aktif hingga kegiatan berakhir.
Tim pemateri menyampaikan materi tentang bahaya paham IRET. Mereka juga mengulas ancaman NVE (Nihilistic Violent Extremism) serta penyebaran konten True Crime Community di kalangan pelajar.
Perwakilan Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo mengatakan penguatan wawasan kebangsaan harus dimulai sejak usia sekolah. Menurutnya, pelajar menjadi kelompok penting dalam menjaga persatuan bangsa.
“Kami ingin para pelajar memiliki daya tangkal terhadap paham yang bertentangan dengan nilai kebangsaan. Pemahaman sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran paham ekstrem di lingkungan pendidikan,” ujar IPTU Teguh Pribadi, S.E.
Selanjutnya, pemateri mengajak peserta memperkuat rasa cinta tanah air. Mereka juga mengingatkan pentingnya meningkatkan literasi digital agar tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan.
Sementara itu, perwakilan Subdit IV Dit Intelkam Polda Gorontalo mengingatkan pelajar agar lebih bijak menggunakan media digital. Menurutnya, penyebaran konten negatif dapat memengaruhi cara berpikir generasi muda.
“Kami mengajak seluruh pelajar untuk lebih selektif menerima informasi dari media sosial. Jangan mudah percaya, apalagi menyebarkan konten yang mengandung kekerasan, provokasi, maupun paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa,” kata perwakilan Subdit IV Dit Intelkam Polda Gorontalo.
Melalui kegiatan tersebut, Satgaswil Gorontalo dan Dit Intelkam Polda Gorontalo memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan. Kolaborasi itu mendukung upaya pencegahan penyebaran paham ekstrem sejak dini.
Di akhir kegiatan, guru dan siswa mengikuti sesi diskusi serta tanya jawab. Sesi tersebut memberi ruang bagi peserta untuk memperdalam materi yang telah disampaikan.
Kedua instansi berharap sosialisasi tersebut meningkatkan kesadaran pelajar terhadap pentingnya menjaga persatuan. Mereka juga mendorong pelajar menjadi generasi yang kritis, berkarakter, dan cinta tanah air.















