Berita  

Erupsi Gunung Anak Krakatau Tunda O2SN Diksus 2026, Ini Arahan Puspresnas

Foto: Ilustrasi Artificial Intelligence (AI).

KABAR REPUBLIK — Erupsi Gunung Anak Krakatau mendorong Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) menunda O2SN Jenjang Pendidikan Khusus (Diksus) Tingkat Nasional Tahun 2026.

Puspresnas menyampaikan keputusan tersebut melalui surat Nomor 1933/B/H3/PN.00/2026 tertanggal 6 September 2026. Penyelenggara mengambil langkah itu demi menjaga keselamatan, kesehatan, keamanan perjalanan, dan kelancaran mobilisasi seluruh peserta.

Semula, Puspresnas menjadwalkan O2SN Diksus pada 7–12 September 2026. Namun, penyelenggara menunda agenda tersebut sampai pemberitahuan lebih lanjut setelah mempertimbangkan arahan BNPB, BMKG, dan Kementerian Perhubungan.

Keputusan itu berkaitan dengan perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau yang memengaruhi kualitas udara dan transportasi. Sebaran abu vulkanik juga mengganggu operasional transportasi udara dan darat.

Baca Juga :  Giliran Kadishub Pemprov Gorontalo 'Ceramahi' Walikota Adhan Dambea Soal Penggunaan Trotoar Jalan

Dalam perkembangan tersebut, BNPB pada Minggu (6/9/2026), mencatat sejumlah bandara mengalami penutupan sementara akibat sebaran abu vulkanik. Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II Lampung, dan Budiarto Curug termasuk dalam daftar bandara terdampak.

Kondisi itu kemudian menimbulkan risiko terhadap mobilisasi peserta, pendamping, pelatih, juri, dan panitia menuju lokasi kegiatan.

Atas pertimbangan tersebut, Puspresnas meminta seluruh peserta, pendamping, dan pihak terkait menunda perjalanan menuju lokasi sampai panitia menyampaikan informasi resmi.

“Kami mengimbau seluruh peserta, pendamping, dan pihak terkait untuk tidak melakukan perjalanan menuju lokasi kegiatan sebelum adanya informasi resmi lebih lanjut dari panitia penyelenggara,” demikian bunyi poin ketujuh dalam surat Puspresnas tersebut.

Baca Juga :  Saham Teknologi Asia Tertekan, Investor Waspadai Dampak Konflik Timur Tengah

Merespons keputusan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad, menempatkan keselamatan peserta sebagai pertimbangan utama.

“Penundaan ini tentu perlu kita sikapi dengan bijak. Keselamatan dan kenyamanan peserta, terutama anak-anak berkebutuhan khusus, harus menjadi prioritas. Kami akan mengikuti Arahan resmi penyelenggara dan mempersiapkan kontingen untuk pelaksanaan pada waktu yang ditentukan kemudian,” ujarnya.

Menurut Sudarman, penundaan tidak mengubah kesiapan Gorontalo mengikuti ajang nasional tersebut. Pemprov Gorontalo akan mengikuti arahan Puspresnas sambil menjaga kesiapan kontingen.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Peserta Didik SMA dan Diksus, Affandi Lakoro, melihat penundaan tersebut sebagai kesempatan untuk memperkuat persiapan atlet.

Baca Juga :  Gelar Mubes Perdana, Kiki Paulus: FKPR Siap Perkuat Pengawalan Kebijakan Pro Rakyat

“Penundaan ini bisa kita ambil sisi positifnya, memberi kesempatan pada kontingen untuk lebih memantapkan latihan pada pelaksanaan O2SN Diksus yang akan diselenggarakan oleh Puspresnas untuk hasil yang lebih baik,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Puspresnas belum menetapkan jadwal baru O2SN Diksus 2026. Sambil menunggu kepastian jadwal, panitia tetap menjalankan koordinasi.

Sekretariat O2SN juga membuka layanan informasi melalui narahubung yang telah ditunjuk dalam surat pemberitahuan tersebut.

**Cek berita dan artikel terbaru dengan ikuti WhatsApp Channel KABAR REPUBLIK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *