KABAR REPUBLIK – Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo bersama Subdit IV Dit Intelkam Polda Gorontalo menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di SMP Negeri 3 Kota Gorontalo, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan yang diikuti guru dan siswa tersebut membahas bahaya IRET (Intoleransi, Radikalisme, Extremisme, and Terrorisme), NVE (Nihilistic Violent Extremism), serta penyebaran konten True Crime Community di kalangan pelajar.
Narasumber, Briptu Sebrianto, menjelaskan pentingnya membangun ketahanan pelajar terhadap pengaruh paham ekstremisme dan konten digital negatif.
“Pelajar harus mampu mengenali dan menyaring informasi yang diterima. Jangan mudah terpengaruh konten kekerasan, kebencian, maupun narasi yang mengagungkan tindakan ekstrem. Gunakan media sosial secara bijak dan jadikan nilai kebangsaan sebagai pedoman,” jelas Briptu Sebrianto.
Ia juga mengingatkan bahaya konten True Crime Community yang mengagungkan pelaku kejahatan dan tindakan kekerasan.
“Konten kekerasan bukan sesuatu yang patut dijadikan hiburan, kebanggaan, atau inspirasi. Jangan ikut menyebarkan konten yang mengagungkan kejahatan. Jika menemukan konten mencurigakan atau berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada guru maupun pihak berwenang,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, tim mendorong penguatan toleransi, wawasan kebangsaan, dan literasi digital untuk mencegah paparan paham ekstremisme sejak dini.
Sosialisasi tersebut diharapkan membangun kesadaran guru dan pelajar dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, toleran, dan bebas dari pengaruh paham kekerasan.














