KABARREPUBLIK.ID, Kota Gorontalo – Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan di MTs Swasta Al-Huda Kota Gorontalo, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut membahas bahaya paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET), serta dampak negatif konten true crime di media sosial terhadap pelajar.
Perwakilan Tim Cegah Satgaswil Gorontalo menegaskan bahwa pelajar perlu memiliki literasi digital agar tidak mudah terpapar paham menyimpang maupun konten yang menormalisasi kekerasan.
“Pelajar harus memahami sejak dini bahwa radikalisme, intoleransi, dan konten yang mengarah pada kekerasan dapat memengaruhi cara berpikir dan perilaku. Konten true crime yang menampilkan kekerasan secara berlebihan juga berpotensi membentuk persepsi keliru terhadap tindakan kriminal apabila dikonsumsi tanpa pemahaman yang benar,” ujar narasumber dalam kegiatan tersebut.
Tim cegah juga meminta siswa lebih selektif dalam menerima maupun menyebarkan informasi di media sosial.
Menurutnya, pelajar memiliki peran penting menjaga lingkungan sekolah tetap aman dari pengaruh negatif dunia digital.
“Kami mengajak seluruh pelajar untuk menggunakan media sosial sebagai sarana belajar dan hal-hal positif, bukan ikut menyebarkan konten yang memicu ketakutan, kebencian, intoleransi, ataupun kekerasan,” lanjutnya.
Sementara itu, pihak MTs Swasta Al-Huda Kota Gorontalo menyambut positif kegiatan tersebut. Sekolah menilai edukasi terkait bahaya radikalisme dan pengaruh konten digital penting untuk memperkuat karakter serta wawasan kebangsaan siswa.












