Berita  

Disdikbud Tegaskan Sekolah di Gorontalo Tetap Masuk Normal Usai Final Piala Dunia 2026

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad. [Foto: Ist].

KABARREPUBLIK.ID | Gorontalo — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Gorontalo memastikan seluruh satuan pendidikan tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti biasa pada Senin (20/7/2026), meski masyarakat menyaksikan final Piala Dunia 2026 pada dini hari.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad, menyampaikan kepastian tersebut usai mengikuti rapat virtual bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) se-Provinsi Gorontalo. Rapat itu membahas kesiapan sekolah menjelang final Piala Dunia 2026.

Baca Juga :  Bersama Subdit IV Polda Gorontalo, Densus 88 Antiteror Polri Sosialisasikan Bahaya Paham IRET di SMP Negeri 1 Kwandang

Sudarman menegaskan Disdikbud Provinsi Gorontalo tidak menerbitkan surat edaran tentang perubahan jam masuk sekolah.Seluruh sekolah tetap memulai pembelajaran pukul 07.15 WITA dan mengakhirinya pukul 15.45 WITA.

“Kami tidak menerbitkan edaran khusus soal perubahan jam masuk. Sekolah tetap berjalan normal seperti hari-hari biasa,” ujar Sudarman.

Sudarman menjelaskan, disdikbud memberi kewenangan kepada setiap sekolah untuk mengatur kegiatan awal pembelajaran sesuai kondisi masing-masing. Sekolah dapat mengisi waktu sebelum pelajaran dengan kerja bakti atau merapikan ruang kelas.

Baca Juga :  Ketua PWNU Gorontalo Tegaskan Dukungan terhadap Polri di Bawah Presiden RI

Menurutnya kebijakan itu bertujuan menjaga kesiapan peserta didik. Disdikbud juga menerapkan pendekatan edukatif bagi siswa yang terlambat setelah menyaksikan final Piala Dunia 2026.

Guru akan meminta siswa menyusun resume tentang nilai positif dari final Piala Dunia. Guru PJOK atau guru BK akan membimbing penyusunan tugas tersebut.

Sudarman juga mengimbau orang tua mengawasi anak setelah pertandingan berakhir. Ia meminta orang tua mencegah anak mengikuti konvoi atau berkumpul dalam jumlah besar.

Baca Juga :  Bahas Ancaman Konten TCC, Disdikbud dan Densus 88 Perkuat Program Deradikalisasi Pelajar

“Kami minta orang tua ikut mengawasi. Jangan sampai anak-anak konvoi atau berkumpul dalam jumlah besar setelah nonton, karena itu justru bisa merugikan mereka sendiri,” tegasnya.

Disdikbud memperbolehkan sekolah menggelar nonton bareng final Piala Dunia 2026 selama kegiatan itu tidak mengganggu pembelajaran. Sudarman berharap seluruh pihak menjaga situasi kondusif agar kegiatan belajar tetap berjalan lancar.

**Cek berita dan artikel terbaru dengan ikuti WhatsApp Channel KABAR REPUBLIK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *