Daerah  

Melisa Minta Lembaga Adat Sidangkan Kepala Daerah Yang Suka Memaki Dan Marah-Marah

Ketua Lembaga Adat Kota Gorontalo, Abdullah Paneo. (Foto: Istimewa).

KABARREPUBLIK.ID — Pernyataan Ketua Lembaga Adat Kota Gorontalo, Abdullah Paneo, jadi angin segar bagi masyarakat Gorontalo. Sebab, Gorontalo merupakan daerah adat yang memiliki nilai keislaman serta menjunjung tinggi moralitas dan kesopanan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Bagi kita seorang muslim yang hidup di daerah dengan adat dan budaya yang kental, seharusnya tatanan itu menjadi benteng bagi siapa saja, baik masyarakat biasa maupun pejabat publik yang selalu berhadapan dengan rakyat”, ujarnya seperti dikutip dari Faktanews, Kamis (6/11/2025).

Baca Juga :  Pelestarian Bahasa Gorontalo Diperkuat, Dinas Dikbud Kembangkan Buku Muatan Lokal

Pernyataan tersebut disampaikannya saat merespon video viral dua anggota DPRD masing-masing dari daerah pemilihan Gorontalo Utara dan Kota Gorontalo yang diduga bukan suami-istri.

Baca Juga :  Walikota Diminta Berhenti Bicara Soal BSG, Penarikan Saham Harus Persetujuan DPRD

Sebagai ketua lembaga adat, publik mendesak agar Abdullah Paneo juga memberikan perhatian terhadap para kepala daerah yang ada di Gorontalo agar berperilaku baik dihadapan publik.

Sebagaimana disampaikan oleh seorang warga Kota Gorontalo bernama Melissa.

“Ketua lembaga adat harus komprehensif melihat kejadian seperti itu. Etika, adab dan kesopanan dihadapan publik penting dijaga oleh pejabat publik tidak hanya DPRD, para kepala daerah wajib menjaga itu. Silahkan ketua lembaga adat menyidangkan kepala daerah yang memaki dan suka marah-marah dihadapan rakyatnya”, ujarnya.

Baca Juga :  Wagub Gorontalo Idah Syahidah, Dukung Pengembangan Rumah Singgah Pasien di Kota Rujukan
**Cek berita dan artikel terbaru dengan ikuti WhatsApp Channel KABAR REPUBLIK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *