KABARREPUBLIK.ID, Kota Gorontalo – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail memperketat akurasi serta pembaruan data Liaison Officer (LO) dalam Rapat Evaluasi Kesiapan PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Aula Rujab Gubernur Gorontalo, Senin (8/6/2026).
Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar rapat evaluasi untuk memastikan kesiapan seluruh LO dari berbagai provinsi. Rapat ini juga melibatkan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Muljady Mario, serta seluruh penanggung jawab LO dari OPD terkait.
Dalam rapat tersebut, setiap LO menyampaikan data terbaru terkait jumlah peserta. Selain itu, mereka juga melaporkan jadwal kedatangan, kesiapan akomodasi, serta kebutuhan transportasi kontingen masing-masing daerah.
Gubernur Gusnar kemudian menegaskan pentingnya pembaruan data secara real time agar seluruh perkembangan kontingen dapat dipantau secara akurat.
Ia meminta setiap LO menyampaikan laporan terbaru secara berkala.
“Saya minta ada laporan ter-update. Jumlah kontingen yang akan datang, rincian pesertanya, pejabat yang hadir, semuanya harus bisa saya ikuti perkembangannya,” ujar Gusnar.
Selain itu, ia menekankan tanggung jawab penuh setiap penanggung jawab LO dalam memahami kondisi kontingen sejak awal.
Menurutnya, kesiapan teknis harus sudah dipastikan dari sekarang.
“Masing-masing penanggung jawab sudah harus tahu persis mulai sekarang, termasuk lokasinya dan persiapannya,” tegasnya.
Di samping itu, Gubernur meminta seluruh OPD memastikan kesiapan venue kegiatan secara menyeluruh. Ia juga menekankan pentingnya pemantauan langsung di lapangan untuk menghindari kendala teknis.
Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Gorontalo menargetkan seluruh persiapan dapat selesai sebelum pelaksanaan PENAS Petani Nelayan XVII.
Menjelang penutupan rapat, Gusnar mengingatkan waktu persiapan yang semakin singkat dan meminta seluruh pihak memperkuat koordinasi kerja.
“Tinggal 12 hari lagi. Saya harap kita lebih fokus menangani persiapan ini dan saling mengingatkan untuk melaksanakan apa yang sudah menjadi tanggung jawab kita. Insyaallah semua berjalan lancar,” pungkasnya.
Sebagai informasi, berdasarkan laporan LO jumlah peserta dari berbagai provinsi tercatat sebagai berikut:
- Aceh 270 peserta
- Bengkulu 23 peserta
- Daerah Istimewa Yogyakarta 61 peserta
- Jambi 31 peserta
- Jawa Barat 124 peserta
- Jawa Tengah 66 peserta
- Jawa Timur 58 peserta
- Kalimantan Barat 20 peserta
- Kalimantan Selatan 298 peserta
- Kalimantan Tengah 180 peserta
- Kalimantan Timur 556 peserta
- Kalimantan Utara 242 peserta
- Kepulauan Riau 14 peserta
- Lampung 68 peserta
- Maluku 140 peserta
- Maluku Utara 180 peserta
- Nusa Tenggara Barat 115 peserta
- Papua Barat Daya 159 peserta
- Papua Selatan 5 peserta
- Papua Tengah 148 peserta
- Riau 73 peserta
- Sulawesi Selatan 229 peserta
- Sulawesi Tengah 508 peserta
- Sulawesi Tenggara 306 peserta
- Sulawesi Utara 290 peserta
- Sumatera Barat 50 peserta
- Sumatera Selatan 250 peserta
- Sumatera Utara 261 peserta













