KABARREPUBLIK.ID | Gorontalo – Sebanyak 150 siswa dan guru MAN 1 Kota Gorontalo mengikuti Sosialisasi Wawasan Kebangsaan yang diselenggarakan Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo Densus 88 Antiteror Polri bersama Subdit IV Dit Intelkam Polda Gorontalo, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan tersebut membahas bahaya paham IRET, Nihilistic Violent Extremism (NVE), dan konten True Crime Community sebagai bagian dari upaya memperkuat wawasan kebangsaan serta literasi digital di kalangan pelajar.
Kepala Tim Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo Densus 88 Antiteror Polri, Iptu Teguh Pribadi, S.E., mengatakan perkembangan teknologi informasi menghadirkan tantangan baru dalam mencegah penyebaran paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.
“Pelajar merupakan aset bangsa yang harus kita lindungi dari pengaruh paham IRET, Nihilistic Violent Extremism (NVE), maupun berbagai konten digital yang dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku mereka. Melalui kegiatan ini kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga persatuan, toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Teguh kepada media ini.
Sementara itu, perwakilan Dit Intelkam Polda Gorontalo menambahkan bahwa penguatan literasi digital menjadi bekal penting agar pelajar mampu menghadapi derasnya arus informasi di ruang digital.
“Kami mengajak seluruh siswa untuk menggunakan media sosial secara bijak, memverifikasi setiap informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya, serta tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang mengandung kebencian, intoleransi, maupun ajakan yang bertentangan dengan hukum dan nilai-nilai Pancasila,” jelasnya.
Melalui sosialisasi tersebut, Densus 88 Antiteror Polri bersama Polda Gorontalo berharap siswa dan guru dapat menjadi pelopor penguatan nilai toleransi, semangat kebangsaan, serta penggunaan ruang digital yang bertanggung jawab.














