KABARREPUBLIK.ID, Gorontalo – Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo bersama Subdit IV Dit Intelkam Polda Gorontalo menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan di SMP Negeri 1 Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Selasa (9/6/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 250 peserta yang terdiri atas guru dan siswa.
Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar tentang wawasan kebangsaan. Tim pemateri juga mengajak peserta mencegah penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, dan Ekstremisme Berbasis Kekerasan (IRET) di lingkungan pendidikan.
Selain itu, tim memberikan edukasi tentang risiko konten digital yang dapat memengaruhi pola pikir generasi muda. Materi juga menyoroti fenomena True Crime Community yang marak beredar di media sosial.
Personel Densus 88 Anti Teror Polri dan Dit Intelkam Polda Gorontalo menyampaikan materi secara langsung. Mereka menjelaskan berbagai ancaman yang muncul di ruang digital. Para pemateri juga menguraikan dampak konten negatif terhadap perilaku dan cara berpikir pelajar.
Perwakilan Subdit IV Dit Intelkam Polda Gorontalo menegaskan bahwa edukasi sejak dini menjadi langkah penting untuk membangun ketahanan generasi muda.
“Kami mengajak pelajar untuk lebih waspada terhadap konten digital yang dapat memengaruhi cara berpikir dan perilaku. Pencegahan sejak dini menjadi kunci menjaga generasi muda,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Densus 88 Anti Teror Polri menekankan bahwa pendekatan edukatif menjadi prioritas dalam upaya pencegahan.
“Kami mengedepankan edukasi agar pelajar memahami bahaya penyebaran paham menyimpang seperti IRET dan konten True Crime Community,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Densus 88 Anti Teror Polri dan Dit Intelkam Polda Gorontalo berharap para pelajar semakin memahami nilai-nilai kebangsaan. Mereka juga mendorong siswa untuk meningkatkan literasi digital dan lebih selektif dalam menerima informasi dari media sosial.













