KABAR REPUBLIK – Bahaya paham IRET hingga perkembangan True Crime Community menjadi materi sosialisasi di SMKN 1 Kota Gorontalo, Kamis (17/9/2026).
Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo bersama Subdit IV Dit Intelkam Polda Gorontalo menggelar sosialisasi tersebut untuk memperkuat wawasan kebangsaan pelajar.
Kegiatan itu melibatkan sekitar 850 peserta yang terdiri atas siswa dan guru SMKN 1 Kota Gorontalo. Dalam kegiatan tersebut, pemateri membahas sejumlah paham dan konten yang berpotensi memengaruhi lingkungan pelajar.
Salah satu materi membahas bahaya paham IRET serta NVE atau nihilistik. Pemateri juga mengulas perkembangan konten True Crime Community di kalangan pelajar.
Dalam rangka menangkal hal tersebut, Kepala Tim Cegah Densus 88 Antiteror Polri, IPTU Teguh Pribadi, S.E., menjelaskan pentingnya meningkatkan kewaspadaan pelajar terhadap berbagai paham yang berkembang.
“Kami berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan kewaspadaan pelajar terhadap paham dan konten yang dapat memengaruhi lingkungan pendidikan.” ujar Teguh
Sementara itu, Anggota Dit Intelkam Polda Gorontalo, Afandi, menyampaikan pentingnya kemampuan pelajar dalam menyaring informasi dan konten.
“Kami juga berharap para siswa mampu menyaring informasi dan memperkuat wawasan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.” tambah Afandi.
Selain membahas paham IRET dan NVE, sosialisasi tersebut mengajak pelajar memahami risiko penyebaran konten True Crime Community. Materi itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan pelajar terhadap berbagai informasi dan konten di ruang publik.
Melalui kegiatan ini, sekitar 850 pelajar dan guru mendapat pemahaman tentang pentingnya menjaga wawasan kebangsaan serta menyikapi informasi secara bijak.













