Densus 88 dan Polda Gorontalo Perkuat Wawasan Kebangsaan Pelajar SMPN 3 Kota Gorontalo

Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo Densus 88 Antiteror Polri bersama Subdit IV Dit Intelkam Polda Gorontalo memberikan sosialisasi wawasan kebangsaan kepada guru dan siswa SMP Negeri 3 Kota Gorontalo, Rabu (20/5/2026). [Foto: Redaksi/Dodi].

KABARREPUBLIK.ID, Kota Gorontalo — Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo Densus 88 Antiteror Polri bersama Subdit IV Dit Intelkam Polda Gorontalo menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan di SMP Negeri 3 Kota Gorontalo, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan itu melibatkan sekitar 50 peserta. Peserta terdiri dari guru dan siswa. Pemateri membahas bahaya paham IRET dan penyebaran konten True Crime Community di kalangan pelajar.

“Melalui kegiatan ini kami memberikan pemahaman kepada siswa tentang bahayanya paham IRET dan penyebaran konten True Crime Community di kalangan pelajar. Kami ingin siswa memahami dampak negatif konten media sosial. Kami juga ingin siswa menjaga wawasan kebangsaan sejak usia dini,” jelas Tim Densus 88 di hadapan peserta sosialisasi.

Baca Juga :  Satgaswil Densus 88 dan Kamneg Polda Gorontalo Edukasi Bahaya Paham IRET di SMA N 1 Gorut

Pemateri menjelaskan perkembangan teknologi informasi memudahkan pelajar mengakses berbagai konten digital. Karena itu, pemateri mengingatkan siswa agar lebih bijak menggunakan media sosial.

Pemateri juga meminta siswa tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan. Menurutnya, pelajar harus lebih selektif saat menerima maupun membagikan informasi di ruang digital.

Baca Juga :  Wagub Gorontalo Idah Syahidah, Dukung Pengembangan Rumah Singgah Pasien di Kota Rujukan

“Kami berharap siswa mampu menggunakan media sosial secara sehat, bijak, dan bertanggung jawab. Kami juga mengajak pelajar lebih selektif menerima informasi. Tujuannya agar siswa tidak terpengaruh konten yang merusak pola pikir, memecah persatuan, dan mengganggu nilai kebangsaan,” lanjutnya.

Selain itu, pemateri dari Subdit IV Dit Intelkam Polda Gorontalo menekankan pentingnya peran sekolah dan orang tua dalam mengawasi aktivitas digital pelajar.

Baca Juga :  Densus 88 Gorontalo Tekankan Prestasi dan Keamanan Siswa Lewat Rekomendasi Pendidikan

Menurutnya, pengawasan yang kuat dapat membantu mencegah penyebaran paham menyimpang di lingkungan pendidikan. Karena itu, semua pihak perlu memperkuat pengawasan terhadap aktivitas pelajar di media sosial.

“Kerja sama antara sekolah, orang tua, dan aparat sangat penting untuk mencegah masuknya paham menyimpang di lingkungan pelajar. Kami berharap edukasi ini dapat membangun karakter siswa yang kuat, cinta tanah air, dan peduli terhadap persatuan bangsa,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *