KABARREPUBLIK.ID, Kota Gorontalo – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menegaskan bahwa lanjut usia (lansia) bukan beban bagi masyarakat. Sebaliknya, lansia merupakan aset pembangunan yang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan keteladanan bagi generasi muda.
Penegasan itu disampaikan Idah saat menghadiri Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 tingkat Provinsi Gorontalo di Rumah Jabatan Wakil Gubernur, Sabtu (30/5/2026).
Yayasan Putra Mandiri menggelar kegiatan tersebut bersama Dinas Sosial dan Pencatatan Sipil Provinsi Gorontalo. Tahun ini, peringatan HLUN mengusung tema “Lanjut Usia Bahagia, Indonesia Sejahtera: Menghargai, Melindungi, dan Memberdayakan Lanjut Usia untuk Indonesia Emas 2045”.
Dalam kesempatan itu, Idah mengajak para lansia untuk tetap aktif, sehat, dan produktif. Menurutnya, setiap orang akan memasuki fase lanjut usia sehingga masyarakat perlu menciptakan ruang yang mendukung aktivitas dan partisipasi lansia.
“Menjadi lansia itu tidak bisa ditawar. Tetapi menjadi lansia yang sehat, mandiri, dan produktif itu harus berasal dari dalam diri kita. Lansia tetap berguna, tetap bermanfaat, bahkan bisa menjadi agen perubahan,” ujar Idah.
Selain itu, Idah mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap lansia. Ia menilai para lanjut usia memiliki peran penting dalam keluarga maupun lingkungan sosial melalui pengalaman hidup yang mereka miliki. Lebih lanjut, Idah menekankan bahwa keberadaan lansia dapat memperkuat pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu terus mendorong pemberdayaan lansia di berbagai bidang.
Idah juga mengapresiasi semangat para peserta yang mengikuti peringatan HLUN ke-30. Menurutnya, antusiasme tersebut menunjukkan bahwa usia tidak menjadi penghalang untuk tetap berkarya dan berkontribusi.
“Usia hanyalah sebuah angka. Tetapi semangat dan dedikasi oma-oma dan opa-opa untuk tetap sehat, aktif, dan bahagia itulah yang paling penting,” katanya.
Sebelum mengikuti perlombaan, para peserta terlebih dahulu mengikuti olahraga santai bersama. Selanjutnya, panitia menggelar lomba vokalia, kasidah, dan baca puisi.
Peserta berasal dari berbagai komunitas lansia di Gorontalo. Mereka terdiri atas Grup Lansia Tionghoa Gorontalo, PWRI Kota Gorontalo, PWRI Kabupaten Gorontalo, sejumlah majelis taklim, serta Sekolah Lansia Desa Tenggela dan Kelurahan Molosipat U.
Turut hadir pada kegiatan tersebut Kepala Dinas Sosial dan Dukcapil Provinsi Gorontalo Reflin Buata, Ketua Yayasan Putra Mandiri Raden Sahi, Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo Effendy Korampot, para dewan juri, serta peserta lansia dari berbagai daerah di Provinsi Gorontalo.












