KABARREPUBLIK.ID, Gorut – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, Jumat (29/5/2026). Kunjungan itu bertujuan memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Idah mengawali peninjauan di kawasan Komunitas Adat Terpencil (KAT). Di kawasan tersebut, ia berdialog langsung dengan warga untuk mengetahui kondisi mereka pascabanjir. Ia juga mengecek ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat.
Bersama Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu dan tim, Idah kemudian mengunjungi Puskesmas Biau. Di lokasi itu, ia bertemu seorang warga yang melahirkan secara normal saat banjir melanda wilayah tersebut. Setelah itu, ia melanjutkan kunjungan ke SMP Negeri 1 Biau dan melihat kondisi sekolah yang terdampak banjir.
Menurut Idah, pemerintah terus memprioritaskan kebutuhan masyarakat selama masa darurat. Pemerintah juga menjaga pelayanan dasar agar masyarakat tetap memperoleh layanan yang dibutuhkan.
“Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama pemerintah kabupaten terus berupaya memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi dengan baik. Dapur umum sudah beroperasi sejak hari pertama banjir dan saat ini melayani kurang lebih 3.000 penerima manfaat,” ujar Idah.
Selain menyediakan makanan siap saji, pemerintah menyalurkan air bersih layak konsumsi kepada warga. Langkah itu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari selama proses pemulihan.
Untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses, Idah menggunakan sepeda motor. Cara tersebut memungkinkan tim memantau kondisi warga secara langsung hingga ke titik terdampak.
Pada kesempatan itu, Idah mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk membantu korban banjir. Ia juga mengingatkan warga agar menjaga fasilitas pengendali banjir yang telah tersedia.
“Saya mendapat informasi ada kawat bronjong yang digunting lalu batunya dijual. Hal ini bisa menyebabkan longsor dan memicu banjir. Saya mohon masyarakat bersama-sama menjaga fasilitas yang sudah dibangun pemerintah karena dampaknya bagi kita semua,” tegasnya.
Selain melakukan peninjauan, Idah menyerahkan bantuan kepada warga terdampak. Bantuan itu meliputi lima karton sarung, 44 paket perlengkapan mandi, 18 paket perlengkapan wanita, delapan pak popok, dan 24 mukena.
Sebagai informasi, Data Posko Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial dan Dukcapil Provinsi Gorontalo menunjukkan banjir berdampak pada lima desa berikut ini:
- Desa Didingga mencatat 200 kepala keluarga atau 269 jiwa terdampak
- Desa Omuto mencatat 168 kepala keluarga atau 562 jiwa
- Desa Bualo mencatat 212 kepala keluarga atau 771 jiwa
- Desa Biau mencatat 188 kepala keluarga atau 717 jiwa
- Desa Luhuto mencatat 52 kepala keluarga atau 715 jiwa terdampak.












