Berita  

Gusnar Ajak Petani Pelajari Teknologi Padi Unggulan di PENAS XVII

Area display teknologi padi PM-AAS pada Gelar Teknologi Pertanian PENAS XVII di Kabupaten Gorontalo. [Foto: Haris].

KABARREPUBLIK.ID | Kab. Gorontalo – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengajak petani dari berbagai daerah mempelajari teknologi padi unggulan pada Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo.

Gusnar menyampaikan ajakan itu saat meninjau lokasi Gelar Teknologi Pertanian PENAS XVII di Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Kamis (11/6/2026).

Menurut Gusnar, kawasan gelar teknologi menjadi salah satu daya tarik utama PENAS XVII. Kawasan tersebut menghadirkan berbagai inovasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Panitia menyiapkan lahan seluas 9,2 hektar untuk menampilkan teknologi tanaman pangan, perkebunan, peternakan, hortikultura, dan perikanan. Dalam kunjungan itu, Gusnar meninjau teknologi budidaya padi Pertanian Modern Model Advanced Agricultural System (PM-AAS).

Baca Juga :  Sambut Natal dan Tahun Baru, Tim Cegah Densus 88 Sosialisasikan Pesan Damai di Wisata Gorontalo

Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian mengembangkan teknologi tersebut. Kepala BRMP Fadjry Djufry turut mendampingi Gusnar selama peninjauan.

Gusnar menilai tanaman di kawasan gelar teknologi tumbuh dengan baik menjelang pembukaan PENAS XVII.

“Di lokasi ini tanamannya sudah tumbuh bagus. Mudah-mudahan pada saat pelaksanaan PENAS XVII dan dikunjungi oleh bapak Presiden, ini akan lebih mantap lagi,” kata Gusnar.

Gusnar menjelaskan PM-AAS menawarkan pola budidaya yang lebih produktif dibanding metode konvensional. Teknologi itu menggabungkan benih unggul, pola tanam rapat, serta pemanfaatan alat dan mesin pertanian.

Baca Juga :  Bukti Perjuangan Ghalieb Lahidjun, 1123 Warga Nikmati Bantuan Pangan Dan Tower Telekomunikasi

Menurut Gusnar, sistem tersebut mampu meningkatkan jumlah anakan padi dan mendorong hasil panen yang lebih tinggi.

“Ini adalah salah satu hasil teknologi pertanian yang dikembangkan untuk tanaman padi. Kalau petani sekarang menanam padi dalam satu hektar, itu hanya mencapai kurang lebih 350 ribu anakan. Tapi dengan pola ini bisa sampai 800 ribu anakan, sehingga bisa dibayangkan hasil produksinya juga akan lebih tinggi. Sudah dihitung dengan pola ini, satu hektar bisa menghasilkan 10 ton gabah kering panen,” ungkap Gusnar.

Baca Juga :  Mais Nurdin Dorong Pemuda Paguyaman Pantai Kuasai Dunia Digital

Karena itu, Gusnar mengajak petani melihat langsung penerapan teknologi tersebut selama PENAS XVII. Ia berharap petani dapat mempelajari manfaat teknologi itu dan menerapkannya sesuai kebutuhan daerah masing-masing.

Selain menjadi ajang silaturahmi, PENAS XVII juga menjadi sarana berbagi pengetahuan dan inovasi. Melalui kegiatan itu, petani dapat mengenal teknologi baru yang mendukung kemajuan pertanian nasional.

**Cek berita dan artikel terbaru dengan ikuti WhatsApp Channel KABAR REPUBLIK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *