Berita  

Edukasi Pelajar SMPN 2 Tibawa, Densus 88 Gorontalo Ingatkan Bahaya Paham IRET dan Konten True Crime

Kepala Tim Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo Densus 88 Antiteror Polri, Teguh Pribadi, saat menyampaikan materi dihadapan peserta sosialisasi, Senin (15/6/2026). [Foto: Densus 88/YI].

KABARREPUBLIK.ID | Gorontalo – Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan di SMP Negeri 2 Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 100 peserta yang terdiri dari guru dan siswa.

Dalam kegiatan itu, Kepala Tim Unit Pencegahan Satgaswil Gorontalo Densus 88 Antiteror Polri, Teguh Pribadi, memaparkan bahaya paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET).

Selain itu, ia juga mengajak peserta memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan.

“Pelajar merupakan generasi penerus bangsa yang perlu mendapatkan pemahaman yang benar tentang nilai-nilai kebangsaan. Kami ingin mereka mampu mengenali dan menolak berbagai bentuk paham yang bertentangan dengan ideologi negara,” ujar Teguh.

Baca Juga :  Garda NKRI Resmi Laporkan BPJN Sulut, Dugaan Kerugian Negara Capai 120 Miliar

Lebih lanjut, Teguh menjelaskan bahwa pemahaman kebangsaan membantu pelajar mengenali paham yang bertentangan dengan ideologi negara. Oleh sebab itu, Densus 88 terus memperkuat edukasi kebangsaan di lingkungan sekolah.

Selain membahas paham IRET, tim juga mengingatkan peserta tentang risiko sejumlah konten digital. Karena itu, guru dan orang tua perlu mengawasi aktivitas digital anak agar mereka menggunakan media digital secara bijak.

Baca Juga :  Densus 88 dan Polda Gorontalo Perkuat Wawasan Kebangsaan Pelajar SMPN 3 Kota Gorontalo

“Kami berharap para siswa dapat menjadi agen perdamaian di lingkungan sekolah dan masyarakat. Kami juga berharap para guru dan orang tua agar terus mengawasi serta membimbing siswa dalam penggunaan media digital secara bijak,” kata Teguh.

Sementara itu, pihak SMP Negeri 2 Tibawa menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut pihak sekolah, sosialisasi tersebut menambah pengetahuan siswa dan tenaga pendidik.

Baca Juga :  Antisipasi Lonjakan Peserta PENAS KTNA, Bandara Djalaluddin Siapkan Tujuh Extra Flight

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa maupun guru. Materi yang disampaikan menambah wawasan tentang bahaya paham IRET dan dampak konten digital yang tidak sesuai bagi pelajar. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan,” ujar perwakilan sekolah.

Menutup kegiatan tersebut, Teguh mendorong pelajar agar terus memperkuat wawasan kebangsaan serta lebih bijak dalam menggunakan media digital.

**Cek berita dan artikel terbaru dengan ikuti WhatsApp Channel KABAR REPUBLIK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *